Sabtu, 29 September 2012

Diet Rohani

Pembacaan Firman:
*Imamat 11:44,
Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, maka haruslah
kamu menguduskan dirimu dan haruslah
kamu kudus, sebab Aku ini kudus...

Renungan:

Imamat 11 mengisahkan hukum tentang
makanan yang kita konsumsi. Meskipun
hukum seremonial dalam perjanjian lama
telah dihapuskan lewat Kristus, tetapi masih
ada prinsip-prinsip rohani yang bisa kita
dapatkan lewat penyelidikan simbol-
simbolnya. Ada empat kategori makanan
dalam hukum Yahudi.

Kategori pertama, berhubungan dengan
hewan di darat.
Orang Yahudi diperbolehkan memakan
hewan-hewan yang memama biak dan
berkuku belah. Makanan untuk hewan
memama biak adalah makanan yang di
makan melewati lebih dari satu perut, seperti
sapi. Makanan itu sebagian dicerna dan
kemudian dimuntahkan lagi untuk dikunyah
kembali. Istilah bahasa Inggris, "chew the
cud" (memama biak) berarti
mempertimbangkan dan merenungkan.
Berkuku belah adalah kaki yang terpisah.
Secara rohani, semua ini berbicara tentang
seorang percaya yang memilih gaya hidup
merenungkan firman Allah di gabung dengan
perjalanan kudus yang terpisah untuk Tuhan.

Kategori kedua, berhubungan dengan ikan di
air. Orang Israel di ijinkan untuk memakan
ikan yang bersirip dan bersisik. Sirip
membuat ikan menuju kearah yang di
inginkan tanpa di pengaruhi oleh arus dan
ombak. Sisik adalah bagian tubuh ikan yang
terdiri berupa lempengan tulang yang
melindunginya dari sesuatu yang tidak bersih
di dalam laut. Yesus berkata bahwa selama
kita ada di dunia, kita bukan bagian dari
dunia (Yoh. 15:19). Kita harus
mengembangkan kemampuan untuk hidup
dalam hidup yang memiliki tujuan tanpa
dipengaruhi sifat negative dari dunia.

Kategori ketiga, berhubung dengan burung-
burung di udara. Jenis-jenis yang dilarang
adalah erring janggut, elang laut, elang hitam,
burung gagak, burung hantu, kelelawar, dan
lain-lain. Mereka semua adalah burung yang
memakan bangkai (dead flesh). Paulus
berkata jika anda kembali pada kedagingan
(flesh), anda tidak akan mewarisi Kerajaan
Allah (Gal. 5:19-21).

Kategori keempat, berhubungan dengan
binatang yang merayap dan bersayap yang
memakan sampah dan kotoran. Orang Yahudi
tidak diperbolehkan memakan semua
binatang yang cemar. Allah tidak memanggil
kita kepada kecemaran, tetapi pada
kekudusan (1 Tes. 4:4), Alkitab berkata
banyak tentang makanan rohani kita. Bagi
Yesus, "Ia akan makan dadih dan madu
sampai Ia tahu menolak yang jahat dan
memilih yang baik" (Ye. 7:15). Dadih adalah
minyak susu. Hal ini berbicara tentang Roh
Kudus. Madu berbicara tentang kemaniran
dari Firman Allah. Ketika kita menyerahkan
diri kita untuk Firman Allah dan untuk Roh,
kita akan bertumbuh kuat dalam kekudusan
ketajaman untuk menolak yang jahat dan
memilih yang baik, seperti Kristus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar