Rabu, 20 Maret 2013

SALIB DAN HUKUMAN

Bacaan: 1Petrus 2:18-25
NATS: Sebab adalah anugerah, jika seseorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung (1Petrus 2:19)

"Saya memikul salib ketika dipenjara setelah mencuri ayam". Pernyataan ini sebenarnya tidak tepat. Walau sama-sama punya efek penderitaan, hukuman jelas berbeda dengan salib. Hukuman adalah penderitaan karena Anda bersalah, sedangkan salib adalah penderitaan yang dialami justru karena Anda ingin hidup benar.

Bacaan hari ini berisi nasihat Petrus bagi para hamba. Sebagai hamba, status sosial mereka rendah. Mereka mengalami stres secara psikis dan fisik. Namun, Petrus meminta mereka membedakan penderitaan karena dosa dan karena perbuatan baik. Yang terakhir, disebut Petrus sebagai kasih karunia. Bagaimana logikanya? Petrus mengungkap bahwa Kristus pun menderita dengan cara dan dalam realitas yang sama. Dia menderita bukan karena bersalah, tetapi karena Dia baik dan lurus dalam perbuatan serta perkataan (ayat 22). Dan, Kristus tak berdosa dengan tak balas mencaci, mengancam, atau menghakimi. Dialah teladan salib, teladan kasih karunia. Dengan cara inilah luka-luka Kristus menjadi obat bagi kita (ayat 24).

Penderitaan tak perlu dicari, ia bisa datang sendiri di sepanjang hari dalam banyak rupa dan duri. Hasil mengolah penderitaan ini bisa berbeda-beda. Bila salah mengolah, hasilnya bisa memperparah kehidupan yang sudah payah. Namun, bila diolah dengan benar, maka setiap luka karena penderitaan pun terobati. Ini akan terjadi bila Anda senantiasa melakukan kebaikan dalam segala hal, dan teguh mengingat serta merayakan teladan salib Kristus ketika terluka oleh penderitaan. Siapa yang berani masuk dalam "kawah penggemblengan batin" akan menemukan Tuhan (ayat 25) -DKL

HUKUMAN ADALAH PENDERITAAN KARENA ANDA BERSALAH
SALIB ADALAH PENDERITAAN KARENA ANDA INGIN HIDUP BENAR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar