Minggu, 24 Maret 2013

PERUMPAMAAN ANAK KEMBAR

Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita (1 Korintus 15:55-57)

Suatu ketika, terbentuklah janin dua anak laki-laki kembar. Minggu-minggu berlalu dan kedua anak kembar itu tumbuh.

Ketika kesadaran mereka tumbuh, mereka tertawa gembira,

“Bukankah luar biasa bahwa kita telah terbentuk? Bukankah luar biasa kita hidup?’

Bersama-sama mereka menjelajahi dunianya. Ketika mereka menemukan tali ibunya yang memberi mereka hidup, mereka bernyanyi ria. Namun kedua anak itu merasakan mereka berubah.

“Apa artinya ini?” Tanya yang satu.

“Ini berarti keberadaan kita di dunia ini akan berakhir.” Kata yang lain.

“Tetapi aku tak mau pergi,” kata yang satu. “Aku ingin terus berada di sini.”

“Kita tak ada pilihan,” kata yang lain. “Tetapi barangkali ada kehidupan setelah kelahiran.”

“Tetapi bagaimana mungkin?” Sanggah yang lain. “Kita akan lepas dari tali kehidupan kita dan bagaimana mungkin hidup tanpa itu? Selain itu, orang lain sebelum kita tak ada yang kembali memberi tahu kita bahwa ada kehidupan setelah kelahiran. Tidak, ini adalah suatu akhir. Mungkin tak ada ibu sama sekali.”

“Tetapi harus ada,” bantah yang lain.

“Bagaimana kita bisa berada di sini? Bagaimana kita bisa hidup?” “Pernahkah kita melihat ibu kita?” Tanya yang satunya lagi.

“Mungkin dia hanya ada di pikiran kita. Mungkin kita dibentuk oleh gagasan membuat kita kelihatannya baik.”

Maka hari-hari terakhir di dalam rahim itu dipenuhi berbagai pertanyaan dan kecemasan.

Akhirnya, waktu kelahiran tiba. Ketika anak kembar itu keluar dari dunianya, mereka membuka mata dan berteriak dengan riang – karena yang dilihatnya melebihi impian terindah mereka, dilihatnya wajah ibunya yang tersenyum penuh kasih. Itulah kematian yang dialami orang Kristen.

Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” ( 1 Korintus 2:9).

Tuhan Yesus Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar