Jumat, 21 Desember 2012

Ketekunan

Ibrani 10:19-39

“Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup”. Ibrani 10:36

Bob Wieland seorang veteran perang Vietnam mencatat waktu terlama sebagai peserta yang masuk finish lomba lari marathon di kota New York tahun 1986 yang diikuti sekitar 19.000 peserta.

Catatan waktu yang berhasil ia raih adalah 4 hari 2 jam 48 menit dan 17 detik. Bob tentu menorehkan catatan waktu yang buruk untuk seorang pelari marathon. Namun, ia telah menjadi inspirasi bagi banyak orang karena kegigihannya.

Ya, Wieland bukan sekedar pelari biasa. Ia berlari menggunakan kedua tangannya, karena telah kehilangan kedua kakinya dalam perang Vietnam. Yang lebih luar biasanya lagi sebelumnya Wieland telah berlari dengan jarak yang tak tanggung-tanggung, yakni sejauh 42 Km!

Ketekunan, demikianlah Firman Tuhan. Mengikut Kristus ternyata tidak dapat menghindarkan kita dari pergumulan dan persoalan hidup.

Mengikut Kristus merupakan sebuah perjuangan yang harus di bayar dengan tenaga, waktu, harta, bahkan nyawa kita.

Tuhan Yesus sendiri menyatakan bahwa tiap orang yang ingin mengikut-Nya harus memperhitungkan segala sesuatunya terlebih dahulu, agar tidak berhenti di tengah jalan (Luk 14:28-29).

Lalu apa yang kita dapatkan dengan pengorbanan dan ketekunan yang begitu besar?

Yang jelas kita tidak akan pernah rugi!, Tuhan telah memberikan segalanya termasuk nyawa-Nya dan kita masih mendapatkan jaminan kekal yang jauh lebih berharga dari apapun juga di dunia ini.

Sering kali kita bertanya, “Saya sudah setia melayani, menjaga hidup, memberi persembahan dan perpuluhan, tetapi kenapa hidup saya masih saja menghadapi banyak masalah?”

Ingatlah selama kita masih hidup masalah tidak akan pernah hilang. Orang percaya ataupun tidak, selalu punya masalah.

Namun, bagi kita yang mau tetap taat dan berjuang, bukan melihat besar/ kecil/ berat / ringannya masalah, tetapi belajar melihat proses dan campur tangan Allah di dalamnya, sehingga hasil akhirnya sudah pasti yakin keselamatan dan harta sorgawi.

Jika kita mau terus mengingat hal ini, seharusnya tidak akan lagi patah arang/ putus semangat / putus asa dalam menghadapi seluruh pergumulan dan masalah kita.

Seberat apapun pergumulan dan masalah Anda, Alkitab menyatakan tetaplah tekun, bersukacita selalu, dalam pengharapan dan jangan berhenti untuk percaya!

Belajar dari kebulatan tekad Wieland, jika tidak ada kaki, maka tangan pun bisa untuk berlari!

Tuhan Yesus Memberkati!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar