Senin, 10 Desember 2012

Ketaatan Total

*2 Raja-raja 10:28-29,
Demikianlah Yehu memunahkan Baal dari Israel. Hanya, Yehu tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula, yakni dosa penyembahan anak-anak lembu emas yang di Betel dan yang di Dan.

Yehu adalah raja Israel yang dipersiapkan Allah dengan sebuah misi penting, yakni menghancurkan keluarga Ahab dan penyembahan berhal

a.

Allah memberitahukannya untuk tidak membiarkan siapa pun dari keluarga Ahab lolos dan memusnahkan semua titah penyembahan Baal di Israel.

Yehu memimpin dengan cemerlang dalam menggenapi perintah-perintah Allah, dan Allah memuji Yehu atas pelaksanaan misinya, bahkan menjanjikan kepadanya berkat atas kepatuhannya.

Tetapi sebuah masalah akhirnya muncul. Walaupun Yehu mematuhi Allah sampai rincian terakhir tentang penghancuran Ahab dan penyembahan Baal, ia mengkompromikan kesetiannya kepada Allah dengan meninggalkan beberapa berhala utuh dari masa lampau Israel.

Bahkan setelah keberhasilan sebesar itu, "Yehu tidak tetap hidup menurut hukum TUHAN, Allah Israel, dengan segenap hatinya".

Yehu mendapatkan keberhasilan besar bagi Tuhan dan kerajaan Israel, tetapi komprominya menuntun pada bentuk kejahatan lain dari penyembahan berhala.

Pada akhirnya, ketidakpatuhannya membayangi keberhasilannya sebagai seorang pemimpin.

Allah tidak menginginkan adanya pelanggaran yang kita lakukan. Ketika Dia memerintahkan A maka kita harus mengerjakan A, tidak kurang dan tidak lebih.

Ini bukanlah sebuah tekanan, tetapi ketaatan total. Bagi Allah, kompromi terhadap satu perintah-Nya saja sama dengan tidak taat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar