Jumat, 21 Desember 2012

BERIMAN DENGAN TULUS

Daniel 3:14-21

*Ibrani 11:1,
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Ketika seorang murid bertanya, apa yang diminta gurunya jika bertemu dengan Tuhan, "Aku akan meminta api dan air. Api untuk membakar surga, sedangkan air untuk memadamkan neraka sehingga surga dan neraka tidak ada lagi dijadikan alasan manusia untuk beriman kepada Tuhan. Biarlah setiap orang beriman hanya karena cintanya kepada Tuhan. Tanpa pamrih, tanpa syarat."

Bekerja untuk mendapatkan upah itu wajar. Yang tidak wajar adalah beriman untuk mendapatkan "Upah".

Upah entah takut sesuatu atau pun berharap sesuatu. Sama dengan kita mencintai seseorang karena takut kelak tidak ada yang mengurus atau karena kita ingin mendapat berbagai fasilitas. Bukankah itu cinta yang tidak tulus...?

Demikian juga Iman. Iman yang didorong untuk medapatkan "upah" adalah iman yang tidak tulus.

Iman yang Tulus adalah iman seperti yang ditunjukkan oleh sadrakh, Mesakh, dan Abednego.

Mereka diperintahkan untuk tunduk kepada patung emas Raja Nebukadnezar. Itu artinya mereka harus menyangkal iman mereka kepada Allah. Jikalau mereka tidak patuh, perapian yang menyala-nyala sudah menanti.

Lalu apa jawab mereka? Ini jawaban mereka, "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

IMAN YANG SEJATI SEPERTI JUGA CINTA YANG SEJATI SELALU TANPA SYARAT...

TUHAN MEMBERKATI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar