Minggu, 18 November 2012

The Missing Link

Lukas 12:22-34

Para ilmuwan dan pendukung teori Darwin banyak sekali menghabiskan waktu dan dana mereka untuk mencari jenis fosil yang mereka namai "the missing link".

Menurut teori mereka, seharusnya the missing link terkubur di bumi ini dalam jumlah yang banyak sekali, bahkan mungkin mencapai ratusan atau ribuan. Sesungguhnya, apakah the missing link itu?

Menurut teori Darwin

, manusia berevolusi dari binatang kera menjadi sosok manusia sempurna dengan daya kecerdasan yang jauh lebih tinggi. The mising link adalah jenis fosil transisi yang menjadi jembatan penghubung antara evolusi kera menuju bentuk tubuh manusia yang sempurna tersebut. Jadi bisa juga disebut sebagai bentuk peralihan. Dan bukan hanya manusia, bahkan Darwin pun berteori bahwa binatang-binatang lain juga mengalami evolusi besar yang disebut dengan istilah macro evolusi. Contohnya adalah beruang yang berevolusi menjadi lumba-lumba. Jadi, the missing link yang begitu gencar dicari pendukung teori Darwin sebagai bukti kebenaran teori tersebut bukan hanya mengacu pada perubahan kera ke manusia, tetapi juga bentuk peralihan hewan-hewan lain menjadi jenis hewan yang sama sekali berbeda. Tetapi sampai saat ini pun kita tidak pernah menemukan fosil aneh seperti itu. Tidak ada fosil beruang bersirip lumba-lumba ataupun binatang dengan bentuk gabungan lainnya. Mereka hanya mencari hal yang sia-sia! Karena itu, sebagai orang percaya kita tidak memakai teori Darwin yang bertolak belakang dengan kebenaran Alkitab itu sendiri.

Apakah yang kita cari di dunia ini? Kadang tanpa sadar kita sebagai anak-anak Tuhan juga mencari hal-hal yang sia-sia sama seperti para ilmuwan tersebut.

Selama hidup di dunia banyak hal yang salah yang terus kita kejar. Harta dan kekayaan duniawi nampaknya menjadi target utama kita hidup di dunia ini. Kita berpikir tanpa uang kehidupan manusia tidak dapat berjalan, dan tidak akan ada yang namanya esok hari jika kita tidak memiliki uang.

Hal ini menyebabkan dampak yang buruk pada perilaku kita. Dengan konsep semacam ini, kita jadi menomorduakan Tuhan. Kelihatannya bekerja di hari Minggu jauh lebih penting daripada pergi ke gereja dan beribadah. Nampaknya beristirahat dan santai di rumah jauh lebih menyenangkan daripada mengikuti ibadah komsel atau membuat suatu mezbah keluarga dan berdoa bersama keluarga tercinta. Prioritas utama dalam hidup kita jadi berubah. Bukan lagi Tuhan, melainkan materi dan kesenangan hidup belaka.

Yesus sangat memahami keadaan manusia yang cenderung untuk mementingkan kehidupan jasmaninya daripada hubungan mereka dengan Tuhan. Karena itulah Yesus dengan tegas menasihati agar setiap orang yang mendengarNya pada waktu itu segera membenahi urutan prioritas mereka. Carilah dahulu Kerajaan Sorga, maka hal jasmani laiinya akan ia tambahkan! Mari kita bersama belajar mengutamakan Tuhan selalu!

"Hubungan yang intim dengan Tuhan jauh lebih indah daripada kilau emas dan batu permata."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar