Sabtu, 03 November 2012

BERDOA DENGAN TEKUN

Lukas 18:1-8

Ketekunan di dalam berdoa tidak hanya menunjukan bahwa kita tidak hanya benar-benar menginginkan apa yang kita minta, tetapi juga kita percaya bahwa Tuhan pasti akan menjawab permohonan kita. Tidak tekun di dalam berdoa merupakan salah satu alasan seseorang tidak menerima jawaban atas doanya. Yesus menganggap penting berdoa dengan tidak jemu2, itu sebabnya Ia memb

erikan perumpamaan tentang hakim yang lalim dan seorang janda, apalagi Tuhan kita yang pengasih. Ia pasti perduli dan memperhatikan setiap kebutuhan anak-anakNya. "Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?" (Matius 18:7)

Berdoa dengan tekun bisa berarti mengulangi permohonan yang sama kepada Tuhan di setiap jam-jam doa yang sdh kita tentukan, atau terus berdoa ketika sedang melakukan aktifitas seperti menyetir, memasak, mengetik atau melakukan kegiatan lain. Tetapi lebih dari itu, berdoa dengan tekun menunjukkan pada sikap hati.

Seseorang pernah menceritakan pengalamannya di mana dalam kurun waktu 3 tahun ia selalu berdoa untuk memiliki sebuah rumah. Selama 3 tahun ia menunggu dari bulan ke bulan, tetapi rumah yang ia doakan belum terwujud. Lama kelamaan ia tidak lagi mengucapkan permohonan itu, tetapi ia tetap percaya bahwa Tuhan menjawab doanya.

Memasuki tahun ke-4 ketika ia sudah lupa dengan apa yang dia minta kepada Tuhan, saat itulah Tuhan memberikan sebuah rumah kepadanya. Ketekunan tidak boleh hanya di pahami sebatas kata-kata permohonan yang terus-menerus kita naikkan, tetapi lebih luas lagi hingga juga mencakup sikap hati yang terus menerus menaruh percaya kepada Tuhan bahwa Ia pasti menjawab doa-doa kita pada waktu yg tepat. Ingat bahwa waktu Tuhan tidak pernah terlambat. "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya." (Pkh 3:11).

Berdoa dengan tekun terasa sulit ketika Tuhan belum menjawab doa kita. Di saat sulit seperti ini, tetaplah terbukan pada tutunan Roh Kudus yang akan menuntun serta memampukan kita untuk terus berdoa dan percaya. C.W.Renwick berkata, "Satu-satunya bekas kaki yang akan tetap bertahan di atas pasir adalah bekas lutut yang tekun berdoa."

Tuhan akan selalu mengingat doa-doa kita, sekali pun terlihat sepertinya Ia tidak mendengar dan menjawabnya. Doa kita akan meninggalkan bekas yang tdk akan pernah hilang dari ingatanNya. Pemazmur berkata bahwa Tuhan menampung air mata kita di dalam kirbatNya dan sengsara kita Dialah yang menghitung (Mzm 56:9).

Jangan menyerah, mungkin saja Dia sedang menguji kesetiaan kita dan ketekuanan kita. Mari kita tekun berdoa sampai mendapatkan jawaban yang mendatangkan sukacita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar