Selasa, 13 November 2012

Sebuah Hadiah Ulang Tahun

Pembacaan Firman:
*Yesaya 58:8-9,
8 Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu.
9 Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengena

kan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah,

Renungan:
Seorang wanita yang sudah menikah sedang menantikan sebuah hadiah ulang tahun dari suaminya. Selama beberapa bulan ia mengagumi sebuah cincin berlian yang amat indah dalam sebuah etalase toko. Karena tahu bahwa suaminya cukup kaya, ia berkata kepadanya bahwa itulah satu-satunya yang ia inginkan sebagai hadiah hari ulang tahunnya.

Ketika hari ulang tahunnya semakin dekat, wanita itu menanti tanda-tanda bahwa sang suami telah membeli cincin berlian itu baginya. Akhirnya, pada pagi hari ulang tahunnya, suaminya memanggilnya ke dalam kamar kerjanya. Suaminya mengatakan betapa bangganya ia mempunyai seorang isteri yang baik dan berkata betapa ia menyayangi isterinya. Kemudian ia menyerahkan kepada isterinya sebuah kotak hadiah yang di bungkus dengan indahnya.

Dengan tak sabar, sang isteri membuka kotak itu dan menemukan sebuah Alkitab yang indah dari kulit dan di sertai nama isterinya dengan menggunakan tinta emas yang indah. Dengan amat gusar, ia menjerit kepada suaminya, "Dengan semua kekayaanmu, kamu hanya memberiku sebuah Alkitab?" Kemudian ia berlari keluar meninggalkan sang suami di dalam rumah.

Bertahun-tahun kemudian sang isteri berhasil dalam usahanya. Ia ingat akan mantan suaminya yang kini tentunya sudah menjadi tua dan merasa sudah sepatutnya mengunjungi sang mantan suaminya itu. Sudah lama ia tidak bertemu lagi sejak peristiwa ulang tahun itu. Namun, sebelum ia mengadakan persiapan untuk perjalananya, ia mendapat berita bahwa sang suami telah meninggal dunia dan telah meninggalkan seluruh harta kekayaannya kepada mantan istrinya. Kini ia harus segera kembali untuk dapat mengurus segala peninggalan suaminya.

Ketiak ia sampai di rumah almarhum mantan suaminya, tiba-tiba hatinya dipenuhi oleh rasa kesal. Ia mulai mencari surat-surat penting dari mantan suaminya dan menemukan Alkitab yang ternyata masih baru, seperti yang ia tinggalkan bertahun-tahun yang lalu.

Di sertai tangisan, ia membuka Alkitab dan mulai membolak-balik lembarannya. Tiba-tiba sebuah bingkisan kecil jatuh dari kulit belakang Alkitab itu. Di dalamnya terdapat sebuah cincin berlian dengan namanya terukir di atasnya cincin yang sama ia pernah lihat di etalase bertahun-tahun yang lalu.

Di label tertulis tanggal kelahirannya di sertai
kata-kata: "Aku selalu mengasihimu"

"Betapa sering kita tidak mengenali berkat Tuhan, karena di kemas tidak sesuai dengan apa yang kita nantikan"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar