Kamis, 15 Agustus 2013

PELAJARAN DARI IBU

Bacaan: Roma 1:8-16
NATS: Aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu (Roma 1:15)

Penyakit pikun lambat laun merenggut Ibu Cetas dari tengah-tengah kami. Tidak ada sesuatu pun yang dapat dilakukan oleh saya dan suami untuk menahannya agar ia tidak terlepas dari kami.

Pada masa-masa yang sulit itu, Ibu mengajarkan banyak pelajaran kepada kami. Ia memang lupa cara untuk melakukan banyak hal, tetapi ada satu hal yang tidak dilupakannya, yaitu bagaimana ia berdoa. Kadang-kadang seseorang datang dan menceritakan sebuah masalah yang dihadapinya. Kemudian Ibu akan segera diam sejenak untuk berdoa bagi orang tersebut.

Ibu juga terus berbicara kepada orang lain tentang Yesus. Orang-orang yang merawatnya di rumah jompo berkata bahwa ia sering bertanya kepada para penghuni dan pekerja lainnya apakah mereka telah mengenal Yesus sebagai Juru Selamat mereka. Ia ingin agar mereka yakin bahwa dosa-dosa mereka sudah diampuni dan bahwa mereka akan masuk surga.

Apabila saya mengenang sifat-sifat yang ada di dalam diri Ibu, saya teringat akan Roma 1. Rasul Paulus selalu mengingat jemaat di gereja Roma dalam doanya (ayat 9). Dan ia "ingin untuk memberitakan Injil" sebab ia berkata, "Aku tidak malu terhadap Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya" (ayat 15,16).

Selama Ibu Cetas mampu melakukannya, ia tetap mencari Yesus di dalam doa dan bercerita tentang Dia kepada orang lain. Kita semua dapat belajar dari teladan keberanian dan imannya kepada Tuhan -AMC

BERBICARA KEPADA KRISTUS TENTANG ORANG LAIN AKAN MENGGAIRAHKAN KITA UNTUK BERBICARA KEPADA ORANG LAIN TENTANG KRISTUS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar