Minggu, 28 Juni 2015

SELALU DI JEMBATAN

Bacaan: Yosua 1:1-9
NATS: Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau (Yosua 1:5)

Kawan saya Ralph mengalami kejadian mendebarkan saat melakukan perjalanan singkat dengan menaiki kapal perang induk USS Kennedy. Ia melihat bagaimana pesawat-pesawat jet penyerang mulai tinggal landas, dan mempertontonkan manuver. Ia diberi tahu bahwa kapan pun pesawat tinggal landas maupun mendarat—suatu operasi berbahaya—sang kapten mengawasi dari jembatan. Bahkan ketika pesawat-pesawat itu terus-menerus terbang, ia tetap berada di sana, tidur-tidur ayam di sela-sela tugasnya, jika perlu. Jadi, setiap kali seorang pilot tinggal landas atau mendaratkan pesawatnya, ia tahu sang kapten selalu mengawasi.

Bacaan Kitab Suci hari ini mengisahkan bahwa ketika Yosua harus mengambil alih tampuk kepemimpinan Israel, ia butuh diyakinkan kembali bahwa Allah akan menyertainya seperti Dia menyertai Musa. Bangsa Israel tahu Musa memiliki arahan ilahi selama menempuh perjalanan di padang gurun, karena Allah memimpin mereka dengan tiang api dan tiang awan.

Namun, bagaimana dengan Yosua? Allah berjanji kepadanya, "Seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau" (Yosua 1:5). Akhirnya Yosua mampu memimpin Israel dengan keyakinan mutlak bahwa Allah selalu mengawasinya.

Di mana pun kita berada kini, betapa pun kerasnya usaha yang kita lakukan, atau apa pun peperangan rohani yang mungkin kita hadapi, kita memiliki keyakinan bahwa Allah bersama kita. Terlebih lagi, Dia memimpin, melindungi, dan memimpin kita. Dia selalu berada "di atas jembatan"! —DCE

ORANG KRISTIANI MENEMUKAN RASA AMAN
BUKAN KETIKA TIDAK ADA BAHAYA, MELAINKAN DI HADIRAT ALLAH

MAKANAN SECUKUPNYA

Bacaan: Matius 6:9-13
NATS: Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya (Matius 6:11)

Belum lama berselang, saya pergi ke Republik Demokrat Kongo untuk memimpin sebuah konferensi Alkitab. Saya menikmati keindahan Hutan Nyungwe dan Sungai Ruzizi, yang memisahkan Kongo dari Rwanda. Saya merasakan keramahan yang menakjubkan dari orang Kongo, dan hati saya tersentuh oleh ketulusan iman mereka akan pemeliharaan Allah.

Pengangguran, kemiskinan, dan kekurangan gizi menjadi masalah serius di sana. Masyarakat kerap tidak tahu dari mana mereka akan mendapat makanan selanjutnya. Karena itu, setiap kali mereka duduk dan makan, mereka bersyukur kepada Allah dan memohon makanan yang berikutnya kepada-Nya.

Doa mereka sangat serupa dengan doa Yesus dalam Matius 6:11, "Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya." Kata makanan berarti makanan apa saja. Kata "hari ini" menunjukkan pemeliharaan yang datang pada mereka tiap-tiap hari.

Banyak pekerja pada abad pertama mendapatkan bayaran harian, sehingga apabila mereka sakit selama beberapa hari berarti itu merupakan tragedi bagi mereka. Kata "hari ini" dapat diartikan menjadi "untuk setiap hari yang menjelang". Dengan begitu doa tersebut bisa berbunyi demikian: "Berikanlah kami pada hari ini makanan kami untuk setiap hari yang menjelang." Itu menjadi doa yang sangat penting bagi mereka yang hidup pas-pasan.

Doa ini meminta para pengikut Yesus di mana pun untuk mengakui bahwa kemampuan kita untuk bekerja dan mendapatkan makanan secukupnya itu berasal dari tangan Allah --MW

Tuhan, terima kasih atas makanan kami sehari-hari
Dan segala sesuatu yang Kausediakan;
Tambahkan iman dan bantulah kami untuk mengerti
Betapa persediaan-Mu itu luas dan dalam. --Sper

MASALAH KITA TIDAK PERNAH MENJADI BEBAN YANG BERAT
TATKALA BERADA DI DALAM PEMELIHARAAN ALLAH

SIAPAKAH ANDA?

Bacaan: 1Yohanes 2:1-11
NATS: Inilah tandanya bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya (1Yohanes 2:3)

Pencurian identitas merupakan persoalan besar di era kartu kredit dan internet sekarang ini. Orang tidak sulit memperoleh informasi penting mengenai Anda dan berpura-pura menjadi diri Anda. Namun, jika ini sampai terjadi, hal itu sebenarnya tidak akan mengubah esensi Anda. Sang pencuri tidak akan mencuri identitas Anda yang sebenarnya -- hanya beberapa informasi dangkal mengenai Anda.

Identitas yang Anda miliki jauh lebih dalam daripada nomor identitas Anda. Pada kenyataannya, Anda adalah pribadi seperti yang dikatakan Allah kepada Anda. Tidak ada hal yang benar-benar berarti kecuali status Anda sebagai anak Allah. Hanya itu yang menentukan hidup Anda di dalam kekekalan, dan hanya itu yang menentukan apakah Anda dapat hidup di dalam kepenuhan atau tidak.

Dalam 1Yohanes 2, ada tiga penentu identitas -- kebenaran yang menyatakan apakah kita adalah anak-anak Allah:

o Kita tahu bahwa kita telah mengenal Tuhan jika kita menuruti perintah-perintah-Nya (ayat 3).

o Barang siapa mengatakan ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Yesus telah hidup (ayat 6).

o Barang siapa mengatakan bahwa ia ada "di dalam terang" tidak akan membenci orang lain (ayat 9).

Jadi siapakah Anda? Apakah Anda mengenal Yesus? Jika demikian, Anda akan menaati perintah-perintah-Nya, menjalani hidup sama seperti Dia telah hidup, dan mengasihi orang lain. Tidak ada seorang pun yang dapat mencuri identitas tersebut dari diri Anda --JDB

TAK SEORANG PUN DAPAT MENCURI IDENTITAS ANDA

DI DALAM KRISTUS

TULI ROHANI

Bacaan: 1Korintus 2
NATS: Manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan (1Korintus 2:14)

Sebagian orang menderita gangguan pendengaran yang aneh—mereka dapat mendengar suara, namun tidak mampu memahami kata-kata. Mereka tidak mengalami masalah saat mendengarkan kicauan burung atau suara detik jam, namun mereka tidak memahami kata-kata, seolah itu adalah bahasa asing. Gangguan pendengaran itu sumber masalahnya tidak pada telinga, tetapi berakar dari cedera di otak.

Ada juga penyakit tuli rohani yang memengaruhi banyak orang. Karena hati yang penuh dosa, mereka yang tidak beriman kepada Kristus dapat membaca Alkitab dan mendengar pengajaran firman Allah. Namun, pesan-pesan rohani ini mereka anggap sebagai suatu kebodohan (1 Korintus 2:14).

Ini menerangkan mengapa sebagian orang menghargai Alkitab sebagai karya sastra, sejarah yang dapat dipercaya, dan sebagai sumber standar moral yang tinggi, namun mereka gagal memahami pesan rohaninya. Mereka tidak menangkap arti penting apa yang dikatakan Alkitab tentang Kristus—kematian-Nya di kayu salib bagi dosa-dosa kita, kebangkitan-Nya, dan pelayanan-Nya kini menjadi perantara kita di surga. Berbagai kebenaran seperti ini tidaklah masuk akal bagi mereka.

Saat Anda membaca Alkitab, apakah Anda "mendengar" apa yang dikatakannya? Jika tidak, mohonlah kepada Allah supaya Dia membukakan pemahaman Anda terhadap apa yang dikatakan Alkitab tentang Yesus. Percayalah kepada-Nya sebagai Juruselamat pribadi Anda dan alamilah kelahiran rohani. Itulah obat bagi tuli rohani —RWD

KUNCI UNTUK MEMAHAMI FIRMAN YANG TERTULIS
ADALAH MENGENAL FIRMAN YANG HIDUP

BAKAT SENI

Bacaan: Keluaran 35:30-35
NATS: [Tuhan] telah memenuhinya dengan Roh Allah ... untuk membuat berbagai rancangan (Keluaran 35:31,32)

"Mengapa kau menanam bunga? Kan tak bisa dimakan," ujar ayah mertua saya saat melihat kegiatan saya di musim semi, yakni mengisi pot dengan benda-benda berharga yang harum dan berwarna-warni dari toko bunga. Ayah Jay seorang insinyur -- orang yang praktis. Ia dapat menjalankan segalanya dengan baik, tetapi memperindah sesuatu bukan prioritasnya. Ia lebih menghargai fungsi daripada bentuk, kegunaan daripada estetika.

Allah menciptakan kita dengan beragam talenta. Para insinyur yang bekerja demi kemuliaan Allah merancang mesin yang memudahkan hidup. Namun Tuhan juga menciptakan para seniman, yang menjadikan hidup ini lebih menyenangkan karena mereka menciptakan berbagai keindahan bagi kemuliaan Allah dan kebahagiaan sesama.

Saat merenungkan seni penyembahan, biasanya kita langsung memikirkan musik. Namun, ada bentuk seni lain yang telah lama juga berperan memuliakan Allah. Pengangkatan Bezaleel menunjukkan kepedulian Allah pada seni (Keluaran 35:30-35). Allah mengangkatnya untuk memperindah tempat penyembahan resmi pertama: kemah suci. Menurut Gene Edward Veith, tujuan Allah terhadap seni adalah "untuk memuliakan Allah dan menunjukkan keindahan".

Bila Roh Allah menghidupkan bakat seni, maka dari situ akan muncul tindakan penyembahan yang menjadi kesaksian dan mengarahkan orang pada Kristus. Allah telah sangat memperkaya hidup kita dengan keindahan. Sebagai balasannya, mari kita bersyukur dengan memperlihatkan kemuliaan-Nya melalui karya seni kita --JAL

Bapa, kiranya karya kami -- apa pun itu --
menggugah perhatian dan mendorong orang
untuk memuji dan menyembah Engkau. Amin.

LAKUKAN SEGALA SESUATU UNTUK KEMULIAAN ALLAH

FOKUS PADA JATI DIRI

Bacaan: Matius 6:25-34
NATS: Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal (Matius 6:28)

Di sebuah seminar, kami diminta membentuk kelompok-kelompok kecil lalu memperkenalkan diri satu sama lain tanpa menyebut pekerjaan kami. Tantangannya adalah kami harus dapat menjelaskan siapa kami dan bukan apa yang kami lakukan. Tidak mudah memang untuk berfokus kepada jati diri daripada pekerjaan.

Dr. William H. Thomas, seorang dokter spesialis yang menangani manula, menunjukkan bahwa bayi memulai hidupnya dengan jati diri. Akan tetapi saat menginjak usia dewasa, prestasilah yang menjadi sasaran utama. Lalu, saat kita beranjak tua dan tenaga kita melemah, kita harus kembali berfokus kepada jati diri. "Masa tua membawa kita kembali pada hidup yang lebih mementingkan jati diri daripada pekerjaan. Ini adalah sebuah karunia yang memiliki nilai luar biasa," kata Thomas.

Namun pencarian jati diri tidak hanya berlaku bagi orang-orang tua. Yesus mengatakan bahwa fokus yang benar adalah obat kekhawatiran bagi segala usia. Dia meminta para pengikut-Nya untuk memerhatikan burung-burung dan bunga-bunga. Tanpa menilai tindakan mereka, Allah tetap memelihara mereka.

Oswald Chambers berkata, "‘Perhatikanlah bunga bakung yang tumbuh di ladang’ . . . mereka tumbuh begitu saja! Perhatikanlah laut, udara, matahari, bintang, dan bulan -- semuanya itu ada begitu saja, tetapi pelayanan yang mereka berikan sangatlah besar."

Sebagai orang kristiani, nilai kita di hadapan Allah tidak berasal dari apa yang kita lakukan bagi Dia, namun ada pada hal yang ada dalam diri kita. Jati diri kita -- lebih daripada pekerjaan kita -- memuliakan nama-Nya --DCM

ANDA ITU UNIK -- DIRANCANG UNTUK MEMULIAKAN ALLAH

SESUAI DENGAN KEUNIKAN YANG ANDA MILIKI

Sabtu, 27 Juni 2015

MILIKILAH PERASAAN

Bacaan: Keluaran 22:21-27
NATS: Janganlah kautindas atau kautekan seorang orang asing, sebab kamu pun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir (Keluaran 22:21)

Orang yang kurang berperasaan terhadap orang lain bagaikan udara dingin yang bertiup menggantikan udara hangat saat musim dingin. Anda lebih suka melihat kepergiannya daripada kedatangannya. Misalnya seorang pemilik rumah yang memperlakukan loper koran seperti hama. Ia menganggap seolah-olah pemuda itulah yang berada di balik berita buruk yang mendarat di beranda rumahnya setiap hari. Terkadang memang ada tindakannya yang menjengkelkan. Mungkin ketidakpuasan sang pemilik rumah memang beralasan. Namun, tidak ramah terhadap orang yang lebih lemah atau yang tingkat sosial-ekonominya rendah tidak dapat dibenarkan.

Allah menjelaskan begitu gamblang kepada bangsa Israel kuno ketika meminta mereka memperlakukan orang-orang yang tingkat sosialnya lebih rendah, sama seperti mereka memperlakukan diri sendiri. Dia mengingatkan bangsa pilihan-Nya karena mereka pun pernah menjadi orang asing di negeri orang. Jadi, mereka seharusnya tahu bagaimana rasanya bekerja di bawah orang-orang yang tidak menunjukkan simpati sedikit pun (Keluaran 22:21).

Orang kristiani memiliki tanggung jawab yang sama terhadap orang miskin dan tertindas seperti yang pernah dialami oleh bangsa Israel. Kita mungkin menyanggah dengan berkata bahwa jika kita tidak memerhatikan diri sendiri, tak ada seorang pun yang akan memerhatikan kita. Akan tetapi, Allah meminta kita untuk mengasihi sesama. Dia juga mengingatkan bahwa jika kita lupa bagaimana rasanya berada di dasar, berarti kita tidak cocok lagi berada di atas —MRD

KETIKA YESUS MENGUBAH HATI ANDA
DIA MEMBERI ANDA HATI UNTUK SESAMA