Sabtu, 03 November 2012

Masa Kehidupanmu

*Pengkhotbah 11:9,
Bersukarialah, hai pemuda, dalam
kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada
masa mudamu, dan turutilah keinginan
hatimu dan pandangan matamu, tetapi
ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah
akan membawa engkau ke pengadilan

Pengkhotbah memberikan suatu peringatan
buat para pemuda atau lebih tepatnya
generasi muda. Di dalam masa muda kita,
hendaklah kita bersikap bijaksana. Masa itu
adalah masa yang penuh dengan vitalitas dan
warna warni keindahan dunia sepertinya
dapat kita genggam.

Ketika kita memakai masa-masa hidup kita
untuk menuruti keinginan hati ataupun apa
yang kita sukai, pengkhotbah mengingatkan
kita bahwa semuanya itu akan membuat
Allah membawa kita ke pengadilan. Benarkah
kita sudah memakai masa hidup kita dengan
benar? Bukan hanya masa muda, tapi juga
masa-masa lain di dalam kehidupan kita.

Lihat kembali ke belakang sejenak,
bagaimanakah kita memakai masa hidup kita.
Sekarang saatnya kita melakukan perubahan.
Mari kita buat perbedaan yang lebih baik lagi
untuk bangsa ini sebagai muda-mudi bangsa
Indonesia. Sebagai apapun kita, lakukanlah
yang terbaik. Pergunakanlah masa muda kita
sebaik mungkin.

Betapa luar biasanya jika kita dapat memberi
dampak positif kepada dunia ini. Jalani hidup
dari hari ke hari dengan berpikiran,
bertingkah laku, maupun berkata-kata
dengan baik. Buat pengaruh positif sedini
mungkin dan kehidupan Anda akan menjadi
buah yang ranum bagi Allah.

"Hiduplah dengan bijaksana sedari mudamu
dan janganlah mempergunakannya sesuka
hatimu, maka kehidupan Anda akan jadi
buah yang ranum bagi Allah"

BERDOA DENGAN UCAPAN SYUKUR

Filipi 4:6; Kolose 4:2; 1 Tesalonika 5:17-18

Dari 13 surat yang di tulis Paulus di dalam Perjanjian Baru, ada 11 yang mengajarkan tentang doa dan bagaimana ia berdoa untuk jemaat.

Salah satu aspek penting yang selalu ada dalam doa-doa Paulus adalah ucapan syukur kepada Tuhan. Ucapan syukur ini juga menjadi kebiasaan yang umum di kalangan jemaat mula-mula.

Mengapa Pau

lus dan jemaat sedemikian bersyukur pada Tuhan??? Jika dilihat dari segi kemudahan dan kenyamanan hidup, saat itu Paulus jauh lebih menderita daripada kita sekarang ini. Bahkan beberapa surat yang di tulis ketika ia sedang berada di dalam penjara. Paulus menghadapi tekanan yang hebat, pergumulan dan penderitaan. Tetapi ia mengajarkan prinsip doa yang lain, yaitu doa yang di sertai dengan ucapan syukur. Dia meminta supaya orang percaya berdoa dan memohon dengan ucapan syukur (Filipi 4:6); Berjaga-jaga di dalam doa sambil mengucap syukur (Kol 4:2); Tetap berdoa dan mengucap syukur dalam segala hal (1Tes 5:17-18). Paulus selalu bersyukur karena dia sudah terbiasa mengaitkan segala sesuatu dengan Tuhan.

Berdoa dengan ucapan syukur bukan berarti tidak realistis terhadap kesulitan hidup, tetapi belajar melihat banyak hal yang sudah Tuhan lakukan bagi kita dan tetap percaya bahwa Tuhan bekerja dibalik kesulitan hidup untuk mendatangkan kebaikan bagi anak-anakNya. Sebagian org berdoa dengan membawa keputusasaan, rasa mengasihi diri sendiri dan kemarahan pada Tuhan atas pristiwa yang mereka alami. INGATLAH, Tuhan lebih berkenan ketika kita datang kepadaNya dengan hati yang tabah dan bersyukur, daripada datang dengan keluh kesah dan sungut-sungut. Chysostom Uskup Konstantinopel yang di buang, di kutuk dan di rendahkan hingga akhirnya meninggal pada tahun 407 M, mempunyai moto yang terkenal, "KEMULIAAN BAGI TUHAN DALAM SEGALA HAL!" Dia telah belajar untuk bersyukur dan senantiasa mempermuliakan Tuhan dalam segala sesuatu yang terjadi atas hidupnya.

Bagaimana dengan kita, masih ingat apa saja isi doa yang kita naikkan setiap kali berdoa??? BERSYUKURKAH kita untuk segala sesuatu yang Tuhan telah lakukan bagi kita??? Bukankah sering kali lebih banyak porsi permohonan daripada porsi ucapan syukur??? Kita meminta kesehatan, perlindungan, usaha yang di berkati, rumah, mobil, kenaikan jabatan, keturunan, pasangan hidup, dan masih banyak lagi daftar permintaan kita. Tidak salah meminta, tetapi kita juga perlu bersyukur. Berdoa dengan ucapan syukur merupakan ekspresi keyakinan kita pada kasih Tuhan bahwa sekali pun banyak kejadian yang seolah merugikan kita, tetapi kita tetap percaya bahwa Ia tetaplah Tuhan yang baik dan tidak berubah. Doa dengan ucapan syukur merupakan bentuk doa yang dinaikkan dengan iman, bahwa Tuhan sanggup mengubah KESUSAHAN menjadi KEBAHAGIAAN.

Buanglah kemarahan, kekecewaan, dan keluh kesah, datanglah padaNya dengan bersyukur maka Ia akan menjawab doa-doamu!!!

BELAJAR UNTUK MENGASIHI ORANG LAIN

Pembacaan Firman:
*Efesus 4:2,
Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

Renungan:
Sepasang suami istri petani pulang ke rumah setelah berbelanja. Seekor tikus memperhatikan makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar?? Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap T

ikus! Sang tikus kaget bukan kepalang!!!

Ia segera berlari menuju kandang, mendatangi ayam dan berteriak, "Ada perangkap tikus". Sang Ayam berkata "Tuan Tikus, Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh padaku"

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata "Aku turut ber simpati, tapi tidak ada yang bisa aku lakukan"

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. "Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali"

Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata "Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku"

Akhirnya Sang Tikus kembali ke rumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular tersebut, sang Istri tetap harus di bawa ke rumah sakit.

Beberapa hari kemudian istrinya demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. Dengan segera ia menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya. Tetapi sakit sang Istri tak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambing untuk mengambil hatinya. Istrinya tidak sembuh dan akhirnya meninggal dunia. Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan para pelayat.

Dari kejauhan sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.

SUATU HARI, KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA...

COBA PIKIRKANLAH SEKALI LAGI!

Yesus Sang Pendoa

Matius 14:23; Markus 1:35

Salah satu fakta menarik tentang pribadi Tuhan Yesus adalah kebiasaan-Nya di dalam berdoa. Tuhan Yesus adalah seorang pendoa. Pada saat Ia ada di bumi ini sebagai manusia, hidup dan melayani, Ia dikenal sebagai pendoa. Di samping mengajar murid-muridNya tentang doa, Ia juga memberi teladan kepada mereka di dalam hal berdoa. Ia adalah pengajar sekaligus

teladan doa. Dari penelitian kita terhadap Alkitab, jelas bahwa Tuhan Yesus adalah seorang pendoa sejati. Berdoa merupakan kebiasaan Tuhan Yesus. Dari awal sampai akhir pelayanan-Nya di dunia, Ia adalah seorang yang suka berdoa. Menariknya, Tuhan Yesus mengawali pelayanan-Nya dengan doa, yaitu ketika Ia dibaptis (Luk 3:21), dan mengakhirinya juga dengan doa, yaitu ketika Ia meninggal di kayu salib (Luk 23:46).

Dua aktivitas doa Tuhan Yesus yang dicatat di Alkitab, selain dua contoh di atas adalah ketika Ia berdoa pada pagi-pagi sekali sebelum melakukan pemberitaan Injil di daerah Galilea (Mrk 1:35), serta ketika Ia berdoa pada malam hari setelah memberi makan lima ribu orang (Mat 14:23). Di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang banyak setiap hari, yaitu berkhotbah dan mengajar, menyembuhkan orang sakit, dan mengusir setan-setan, Tuhan Yesus selalu menyempatkan diriNya untuk berdoa. Aktivitas doa Tuhan Yesus pada pagi hari dan malam hari, seperti yang dicatat di atas, tampaknya menunjukkan bahwa Ia biasa berdoa setiap hari. Hal ini diperkuat oleh Luk 5:16, "Akan tetapi Yesus mengundurkan diri ke tempat-tempat sunyi dan berdoa."

D. M. Mclntyre, seorang penulis Kristen, memberi komentar tentang kebiasaan Yesus di dalam berdoa, "Tuhan Yesus mempunyai kebiasaan pergi menyendiri untuk berdoa. Pada waktu Ia mengundurkan diri dari orang banyak, Ia biasanya pergi ke daerah yang tidak berpenghuni. Yang mengherankan ialah kenyataan bahwa meskipun Ia Mahakuasa dan memiliki kuasa rohani yang begitu besar, namun Ia merasa perlu pergi ke Sumber Kekuatan, agar Ia dapat menyegarkan roh-Nya yang letih. Tentu lebih mengherankan lagi bahwa Ia adalah Raja Kehidupan, Firman Yang Kekal, Anak Tunggal Bapa, rela sujud merendahkan diri di depan takhta Bapa untuk memohon kasih karuniaNya pada waktu Ia memerlukan pertolongan."

Yesus adalah Tuhan dan Raja kita. Oleh karena itu, sebagai murid-muridNya, teladan hidupNya patut kita ikuti, termasuk kebiasaanNya di dalam berdoa. Jika Tuhan Yesus saja, yang adalah Anak Bapa dan Raja kita, masih perlu berdoa, apalagi kita sebagai manusia biasa. Kita memerlukan doa di dalam hidup kita. Sebab lewat doa kita akan beroleh hikmat, tuntunan, kekuatan dan berkat-berkat dari Bapa sorgawi. Berdoa sudah seharusnya menjadi kebiasaan sehari-hari kita sebagai orang percaya.

"Yesus punya kebiasaan dalam berdoa, sebagai pengikutNya kita juga harus punya kebiasaan dalam berdoa."

BELAJAR DARI PENSIL

Pembacaan Firman:
*2 Chronicles 7,
13 Bilamana Aku menutup langit, sehingga tidak ada hujan, dan bilamana Aku menyuruh belalang memakan habis hasil bumi, dan bilamana Aku melepaskan penyakit sampar di antara umat-Ku,
14 dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan me

ndengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.

Renungan:
Seorang nenek menjelaskan lima kualitas dari sebatang pensil kepada cucunya.

Pertama, pensil mengingatkan kita bahwa kita bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika dipakai menulis, ada tangan yang selalu membimbing langkah kita dalam hidup ini. Allah senantiasa membimbing kita menurut kehendakNya.

Kedua, dalam proses menulis, sesekali digunakan rautan untuk menajamkan pensil. Rautan pasti membuat si pensil menderita, tetapi setelah proses meraut selesai, pensil menjadi lebih tajam dan hasil tulisan menjadi lebih bagus.

Ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk menggunakan penghapus, untuk memperbaiki tulisan yang salah. Memperbaiki kesalahan dalam hidup ini, bukanlah hal yang buruk. Ini bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar.

Keempat, bagian paling penting dari sebatang pensil bukanlah bagian luar, melainkan arang yang ada di dalamnya. Bagian luar bisa dicat dan dihias dengan amat menarik, tetapi yang teramat penting adalah apa yang ada di dalam diri dan hati! Tuhan melihat jauh ke dalam hati kita.

Kelima, sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Demikian pula kita, segala sesuatu yang kita perbuat atau ucapkan akan meninggalkan kesan. Sebab itu hendaknya kita selalu berhati-hati dan menjaga setiap tindakan dan ucapan kita.

BELAJAR DARI AIR

Pembacaan Firman:
*Matius 21:21,
Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi.

Renungan:
Ia (air) dapat memperoleh sesuatu dengan

kelembutannya tanpa merusak dan mengacaukan karena dengan sedikit demi sedikit ia bergerak tetapi ia dapat menembus bebatuan yang keras.

Ingat hati seseorang hanya dapat dibuka dengan kelembutan dan kasih bukan dengan paksaan dan kekerasan. Kekerasan hanya menimbulkan dendam dan paksaan hanya menimbulkan keinginan untuk membela diri.

Air selalu merubah bentuknya sesuai dengan lingkungannya, ia flexibel dan tidak kaku karena itu ia dapat diterima oleh lingkungannya dan tidak ada yang bertentangan dengan dia.

Air tidak putus asa, Ia tetap mengalir meskipun melalui celah terkecil sekalipun. Ia tidak putus asa. Dan sekalipun air mengalami suatu kemustahilan untuk mengatasi masalahnya, padanya masih dikaruniakan kemampuan untuk merubah diri menjadi uap (Inilah Mujizat)

"Mengalirlah Seperti air & Hiduplah Dengan Iman"

Firman Tuhan mengatakan, jika kita memiliki iman sebesar biji sesawi saja, maka tak ada yang mustahil bagi kita. Melangkahlah dengan iman, mujizat pasti terjadi

Aku menangis karena Aku Hidup

*Roma 12:15,
Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis.

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa tertawa ternyata memiliki banyak manfaat.

Dr. Lee Berk, seorang imunolog dari Loma Linda University, mangatakan bahwa tertawa dapat mengurangi peredaran dua hormon tubuh: efinefrin dan korsitol (hormon-hormon penghambat

proses penyembuhan penyakit). Juga dalam satu risetnya, Dr. Rosemary Cogan dari texas Tech University menemukan bukti bahwa rasa nyeri atau sakit akan berkurang setelah orang tertawa lepas. Tidak hanya itu, kekebalan tubuh pun akan meningkat secara drastis.

Lalu bagaimana dengan menangis? Apakah menangis memiliki efek negatif pada tubuh? Ternyata tidak!

Dalam buku "Why Men Don't Have A Clue" di terangkan bahwa menangis pun memiliki manfaat:

1. Mencuci Mata,
Air mata mengandung enzim bernama Iyosozyme yang dapat membunuh bakteri dan menjaga mata dari infeksi.

2. Mengurangi Stress,
Air mata mengandung protein yang bisa membersihkan racun dari tubuh. Selain itu, air mata juga mengandung endorphin yang bisa mengurangi stress dan rasa sakit. Itu sebabnya kita merasa lega setelah menangis.

3. Sinyal Emosional,
Menangis menjadi tanda kalau kita membutuhkan dukungan emosional. Air mata membuat tubuh menghasilkan hormaon oxytocin, yang membuat orang ingin di peluk dan di sentuh. Menangis adalah hal yang manusiawi. Pada waktu lahir, kita pasti langsung menangis. Kalau tidak, maka bidan atau dokter melakukan berbagai cara supaya kita menangis. Itu tanda bahwa bayi itu hidup. Ya menangis adalah pertanda kalau kita hidup.

"Tangisan adalah anugerah Tuhan. Ada tangisan pertobatan, tangisan perkabungan dan tangisan sukacita. Semuanya itu ada manfaatnya"