Sabtu, 03 November 2012

MASIH ADA TUHAN DI DALAM HIDUP INI

Pembacaan Firman:
*Yesaya 55,
8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Renungan:
Seorang yang DEKAT dengan Tuhan bukan berarti tidak ada AIR MATA, Suatu saat Tuhan akan ubahkan air

mata menjadi MATA AIR . . .

Seorang yang TAAT pada Tuhan bukan berarti tidak ada KEKURANGAN, Suatu saat Tuhan gantikan kekurangan itu menjadi KELIMPAHAN . . .

Seorang yang TEKUN berdoa, bukan berarti tidak ada masa-masa SULIT, Suatu saat pasti ada KELEGAAN . . .

Yang pasti orang tersebut akan selalu mengalami PENYERTAAN Tuhan!

Walau BERGUMUL pasti ada HARAPAN,

Walau dipadang Gurun pasti DIPELIHARA oleh Tuhan,

Walau masih dalam PROSES suatu saat pasti DIPROMOSIKAN Tuhan,

Biarlah Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita,
Karena Tuhan TAHU waktu yang TEPAT untuk memberikan yang TERBAIK!

"MASIH ADA TUHAN DI DALAM HIDUP INI"

Jangan pernah menyerah!

Jika Tuhan belum menjawab doamu, itu karena Tuhan mempunyai rencana yang lebih baik untuk hidupmu. Segala sesuatu terjadi pasti karena sebuah alasan. Setiap masalah punya akhiran. Putus asa bukanlah pilihan. Kuatkan IMAN!

MEMANDANG KEPADA TUHAN

*Mazmur 16:8,
Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah

Tidak selamanya kenyataaan seindah harapan

Namun tidak ada satu peristiwapun yang terjadi dalam hidup kita tanpa Tuhan tahu

Dan tidak ada hal yang terlalu menakutkan dalam dunia ini jika kita selalu percaya bahwa Yesus selalu ada bersama kita menghadapi setiap badai

yang datang

Walaupun sejuta daun berguguran, musim-musim berganti, tapi kasih setia Tuhan tidak pernah berubah dalam hidup kita

Sebesar apapun masalah kita, jangan memandang besarnya masalah itu, senantiasalah pandang Yesus Karena Dia sanggup dan pasti sanggup untuk menolong kita

Aneh ya...!!!

Pembacaan Firman:
*Mazmur 1,
2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Renungan:
Aneh ya...

Uang Rp 50.000-an terlihat begitu besar bila dibawa untuk persembahan, tapi begitu kecil bila kita bawa ke mall.

Aneh ya...
45 menit terasa terlalu lama untuk berdoa, tapi betapa pendeknya untuk liga bola.

Aneh ya...
Betapa lamanya 2 jam berada di Gereja, tapi betapa cepatnya 2 jam berlalu saat menikmati pemutaran film di bioskop.

Aneh ya...
Susah merangkai kata yang dipanjatkan saat berdoa, tapi betapa mudahnya cari bahan obrolan bila ketemu teman.

Aneh ya...
Betapa serunya perpanjangan waktu di pertandingan bola favorit kita, tapi betapa bosan bila Pastor/Pendeta kelamaan khotbahnya.

Aneh ya...
Susah banget baca Alkitab 1 pasal saja, tapi novel best-seller 100 halaman pun habis dilalap.

Aneh ya...
Orang-orang pada berebut paling depan untuk nonton bola atau konser, tapi berebut cari bangku paling belakang bila ke Gereja agar bisa cepat keluar.

Aneh ya...
Susahnya mengajak berpartisipasi untuk bersekutu dalam Tuhan, tapi mudahnya berpartisipasi menyebar gosip.

Aneh ya...
Semua orang pinginnya masuk Sorga, tapi susah untuk berperilaku jujur dan setia datang ibadah, apalagi bersikap tulus, jujur dan penuh kasih.

Aneh ya...
Banyak orang segan/takut sama boss, pejabat dan orang "besar" lain, tapi banyak orang yang cuek kepada Tuhan.

Aneh ya...
Bangun pagi, siang hari sampe malam hari yang kita pikirkan mengupdate status facebook, twitter, BBM dll, tapi mengupdate status bersama Tuhan (SaTe) 10 menit saja susahnya minta ampun.

Aneh ya...
Saat susah dan penyakit datang, kita berseru kepada Tuhan, tapi jika senang kita malah melupakan Tuhan dan menghabiskan waktu dengan sia-sia (padahal Tuhan tinggal cabut nyawa kita dengan mudah)

"Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang bahwa sesungguhnya Tuhan sungguh mengasihi dan selalu menantikan mereka."

Don't waste your time, He deserves the best from you!

BELAJAR BERSABAR YUK!!!

Pembacaan Firman:
*Amsal 16:32,
Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

Renungan:
Henry dan Marta sudah menikah lebih dari 40 tahun. Sejak hidup berumah tangga, keduanya tidak pernah ada rahasia, kecuali satu kotak sepatu yang disimpan Marta di lemari pakaiannya. Marta berpesan kepada suaminya agar

jangan pernah membukanya.

Satu ketika Marta sakit keras, berbagai upaya dilakukan untuk menyembuhkan Marta tapi tak satu pun berhasil. Saat berbaring ditempat tidur, Marta berkata lirih pada suaminya agar mengambil kotak sepatu yang selama ini disimpannya. Rupanya Marta sadar inilah saat yang tepat untuk membuka rahasia kotak itu!

Perlahan-lahan Henry membuka tutup kotak itu, Henry mendapati ada dua boneka rajut dan uang sebesar 10 juta rupiah! Henry yang bingung pun bertanya apa maksud dari semua barang itu. Maka, Marta bercerita bahwa neneknya berpesan agar jangan sekali-kali membentak atau berteriak jika sedang marah dengan suami. Nenek bilang jika suatu saat ia marah pada suaminya, ia harus tetap diam dan merajut sebuah boneka, Henry hanya bisa terdiam dan menangis, ia sering kali membuat Marta marah. Tapi ia lalu bertanya tentang uang 10 juta itu, dan Marta menjawab, "Suamiku, uang itu adalah uang hasil penjualan boneka-boneka rajutanku"

Wow..bisa dibayangkan berapa kali Henry menyakiti hati Marta.
Meski demikian dari sini kita belajar bahwa kemarahan pun bisa menjadi energi positif. Banyak hal mungkin membuat kita marah, tapi ingat bahwa orang yang sudah hidup dalam tuntunan Roh Kudus tidak akan cepat melampiaskan amarahnya.

Orang yang lekas naik darah adalah bodoh dan tidak ada orang yang suka dengan pemarah. Tapi kesabaran artinya kita tidak membiarkan diri kita hanyut di dalam amarah yang cepat tersulut.

Percayalah, ada lebih banyak manfaat positif yang bisa kita peroleh saat kita mau SABAR, dari pada Marah.

Yesus dan Perempuan Samaria

Pembacaan Firman:
Yohanes 4,
*1 Petrus 1,
18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Renungan:

Perempuan itu tertegun. Ia memandang orang yang mengajak bicara. Seorang laki-laki, dan orang Yahudi pula. Padahal sudah lama, ia sebagai seorang perempuan Samaria, tidak berbicara dengan laki-laki Yahudi, yang umumnya menganggap dia rendah.

Hmm, pikir-pikir, sebenarnya semua orang yang menganggap dia rendah, termasuk orang-orang di desanya. Itulah sebabnya ia keluar dan menimba saat siang hari, ketika tidak ada seorangpun yang akan di temuinya di sumur itu. Kecuali laki-laki ini yang menyapa dan meminta air dari padanya.

Injil Yohanes penuh dengan kisah orang-orang yang hidupnya di ubahkan ketika bertemu dengan Yesus. Tak terkecuali perempuan Samaria ini, yang datang ke sumur itu dengan membawa masalah dan kesakitannya, namun justru mendapatkan satu wawasan baru melalui dialog teologis dengan Yesus sendiri yang memulihkan dirinya. Dari situ kita bisa melihat beberapa prinsip penting Ia lakukan terhadap wanita Samaria tersebut.

Yesus tertarik dengan masalah Anda! Dengan sengaja Ia melewati daerah Samaria (ay4), berhenti di sebuah sumur (ay6), menyuruh murid-murid-Nya pergi agar Ia bisa sendirian (ay8), agar Ia bisa membangun hubungan dengan seorang wanita yang sedang bermasalah (ay7). Memang wanita ini bermasalah dengan seksualitas, namun ia juga bermasalah dengan emosi-emosi yang negatif. Sebagai wanita yang telah di ceraikan 5 kali (karena pada jaman itu seorang wanita tidak bisa meminta cerai), dan sekarang sedang tinggal dengan seorang yang bukan suaminya, jelas ia memiliki masalah emosi dan sosial dengan orang di sekelilingnya.

Inisiatif kesembuhan dan pemulihan datang dari Yesus. Bukan saja Ia tahu masalah kita, namun Ia juga yang empunya solusi akan seluruh masalah itu, dan solusi itu Ia tawarkan dengan cuma-cuma (ay10, 13-14)!

Ketika kita minta, Ia akan memberikan penyelesaian untuk masalah kita. Yesus sendiri memberi solusi buat masalah kita dengan memberi diri-Nya sendiri bagi kita (ay26). Yang Ia minta adalah agar kita percaya kepada janji-janjiNya.

Hasilnya adalah seorang wanita yang diubahkan. Ia menjadi penginjil pertama untuk tanah Samaria. Orang-orang di berkati lewat kesaksian hidupnya. Keselamatan itu datang bagi orang-orang Samaria. Dan itu terjadi ketika seorang wanita berdosa diubahkan hidupnya lewat perjumpaan dengan Yesus secara pribadi. Dari hidup yang sia-sia, sekarang wanita itu telah memiliki hidup yang bermakna. Bagaimana dengan kita? Bagaimana dengan keluarga kita? Apakah keluarga kita membutuhkan pemulihan dan kesembuhan? Apakah keluarga kita rindu melihat kehidupan yang di ubahkan, dari yang sia-sia menjadi hidup yang sejati dan bermakna?

Belajar Dari IKAN BANDENG

Pembacaan Firman:
*Amsal 20:5,
Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya.

Renungan:
Ikan bandeng memiliki daging yang lezat. Namun, sayangnya memiliki tulang dan duri yang susah dipisahkan dari dagingnya. Salah satu cara mengatasi masalah ini adalah dengan mengolah bandeng menjadi "bandeng presto".

Bandeng diolah dengan pressure cooker, alat masak yang bekerja dengan memberikan tekanan tinggi. Tekanan ini telah diatur sedemikian rupa, sehingga tulang dan duri bandeng tersebut bisa menjadi lunak, tapi dagingnya sendiri tak rusak. Kita pun dapat menikmati daging bandeng yang lezat tanpa harus terganggu dengan tulang dan durinya lagi.

Mirip dengan ikan bandeng, ada juga banyak “Tulang & Duri” dalam diri kita yang membuat hidup kita tak menyenangkan bagi TUHAN.

Mungkin “Tulang & Duri” itu berupa kesombongan, kekurangpercayaan, kekerasan hati, pola pikir yang salah, dan sebagainya. Maka, kerap kali TUHAN harus mengatasinya dengan “Memasukkan” kita untuk sementara waktu ke dalam “Pressure Cooker”, yakni situasi hidup yang sering kita anggap membuat kita stres.

Tentu dengan “Takaran Tekanan” yang sudah DIA atur, sehingga tak akan melebihi kemampuan kita untuk menanggungnya. Cukup kuat untuk “Melunakkan Duri” alias membentuk kita, tapi tidak sampai membuat kita hancur.

Apabila saat ini kita sedang berada dalam situasi yang tertekan, yang membuat kita stres, jangan menyerah!

Tetaplah beriman kepada-Nya. Bahkan, pakai kesempatan ini untuk merenung dan mencari apa yang DIA ingin kita ubah dalam diri kita. Lalu jalani dangan kesabaran dan ketekunan, agar melalui proses ini, kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Minggu, 21 Oktober 2012

DOSA KECIL

Pembacaan Firman:
*Roma 6:12,
Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.

Renungan:
Suatu hari, sebatang pohon Alpukat menikmati sejuknya udara sore. Tiba-tiba keasyikannya terusik oleh sapaan sebutir biji Benalu yang diterbangkan angin kian kemari.

"Selamat sore, Alpukat" sapa Benalu.

"Oh, kamu Benalu, selamat sore juga," balas Alpukat.

"Wah Alpukat, sekarang kamu sudah besar, ranting-rantingmu banyak, daunmu lebat, buahmu besar-besar!" puji Benalu.

"Iya Benalu, itu karena akar-akar saya banyak & rajin menghisap sari-sari makanan dari dalam tanah," kata Alpukat dengan bangga.

Benalu melanjutkan, "Hampir sepanjang hari saya diterbangkan angin, rasanya badan saya capek sekali. Bolehkah saya beristirahat di salah satu rantingmu, untuk semalam saja?"

Tanpa pikir panjang Alpukat langsung mengabulkan permohonan Benalu.

"Jangankan 1 Benalu kecil, 50 pun saya masih tidak terasa," pikir Alpukat.

Sejak itu Benalu tinggal di pohon Alpukat dan tanpa disadari oleh Alpukat, Benalu semakin hari semakin besar dan beranak banyak.

Suatu hari Alpukat melihat tubuhnya sudah kurus kering. Saat itulah Alpukat sadar bahwa Benalu sudah merugikan dirinya. Lalu Alpukat memutuskan untuk menyuruh Benalu meninggalkan tubuhnya.

"Alpukat, semua akar-akar saya sudah tertancap dalam tubuhmu. Jadi jangan pernah bermimpi kalau saya akan memenuhi permintaanmu", kata Benalu sambil tertawa.

Semakin hari Alpukat semakin kurus dan akhirnya mati karena Benalu terus menghisap makanan dari tubuh Alpukat tanpa belas kasihan.

Banyak orang yang bertindak seperti Alpukat ini. Waktu dosa-dosa kecil datang menggoda dan hadir dengan segala daya tariknya, mereka tidak langsung menolaknya. Mereka pikir, "Ah itu hanya dosa kecil saja, tidak akan mempengaruhi iman saya. Saya akan tetap rajin berdoa."

Terbukti bahwa setiap orang yang meremehkan dosa kecil sekalipun, akan terjerat oleh dosa yang lebih besar lagi. Satu hal yang harus kita ingat, kalau hari ini kita melakukan satu dosa kecil, dosa kecil tersebut makin lama akan menjadi besar dan melahirkan dosa-dosa lain karena salah satu sifat dosa adalah melahirkan dosa.