Kamis, 29 Agustus 2013

Aku Jatuh Cinta

Siapa yang belum pernah merasakan jatuh cinta? Setiap orang pasti pernah merasakan apa yang namanya jatuh cinta, entah itu tertambat pada benda kesayangan atau pada seseorang.

Saat jatuh cinta, maka semua perhatian akan berfokus pada seseorang yang kita cintai. Kita akan berusaha untuk mengambil hatinya dan berusaha untuk memberikan yang terbaik. Kita akan berusaha untuk menghindari hal-hal yang tidak disukainya.

Bagaimana dengan hubungan kita bersama Yesus? Masihkah kita merasakan jatuh cinta setiap hari kepada-Nya? Ataukah kita akan merasa jatuh cinta saat berkat-berkat-Nya tercurah saja, sedangkan dalam keadaan susah kita meninggalkan-Nya?

Mari kita perbaiki hati dan kehidupan kita. Belajar untuk mencintai Tuhan setiap hari dan menjadikan Tuhan sebagai prioritas utama dalam kehidupan kita, karena Tuhanlah yang lebih dahulu mencintai, mengasihi, dan menyayangi kita.

Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allahmu, telah mengurapi engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutumu.

Mazmur 45:8

Senin, 26 Agustus 2013

"TAK TAHAN MELIHAT ORANG LAIN SUKSES"

Hati-hati dengan perasaan tak nyaman
bila melihat orang lain mampu melakukan
lebih dari apa yang kita lakukan
dan berhasil meraih sukses.

Perasaan itu jika dibiarkan
akan membuat kita melakukan tindakan
yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

"Hati yang tenang menyegarkan tubuh,
tetapi iri hati membusukkan tulang."
( Amsal 14:30 )

Ayat di atas
mengingatkan bahwa sikap iri hati
dapat membusukkan tulang,
artinya membawa dampak kerusakan
bagi tubuh yang paling kuat sekalipun.
Sebaliknya, hati yang tenang,
yang tidak mudah marah atas keberhasilan orang,
yang selalu mengucap syukur
akan membawa dampak bagi tubuh,
yakni tubuh yang segar.

Banyak orang merasa tidak nyaman
dengan keberhasilan orang lain.
Itulah benih-benih iri hati!!!
Iri hati mungkin naluri alamiah,
namun membahayakan,
dan kita harus mengatasinya.

Bersyukur dan ikut merayakan
keberhasilan orang lain justru lebih baik.
Belajar dari kesuksesan orang lain
jauh lebih berguna ketimbang membencinya.

"Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita,
dan menangislah dengan orang yang menangis."
( Roma 12:15 )

Be blessed,

Sabtu, 24 Agustus 2013

Bersyukur Setiap Waktu Atas Segala Hal

Begitu memasuki mobil mewahnya, seorang direktur bertanya pada supir pribadinya, “Bagaimana kira-kira cuaca hari ini?” Si supir menjawab, “Cuaca hari ini adalah cuaca yang saya sukai.” Merasa penasaran dengan jawaban tersebut, direktur ini bertanya lagi, “Bagaimana kamu bisa begitu yakin?”

Supirnya menjawab, “Begini, pak, saya sudah belajar bahwa saya tak selalu mendapatkan apa yang saya sukai, karena itu saya selalu menyukai apapun yang saya dapatkan.”

Jawaban singkat tadi merupakan wujud perasaan syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tenteram, dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.

Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur.

Pertama, kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Katakanlah Anda sudah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang baik. Tapi Anda masih merasa kurang.

Pikiran Anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi “kaya” dalam arti yang sesungguhnya.

Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang “kaya”. Orang yang “kaya” bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.

Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.

Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan. Seorang pengarang pernah mengatakan, “Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.” Ini perwujudan rasa syukur.

Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.

Kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Ke mana pun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.

Saya ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan saya dengan rekan-rekan semasa kuliah. Perasaan ini membuat saya resah dan gelisah. Sebagai mantan mahasiswa teladan di kampus, saya merasa gelisah setiap mengetahui ada kawan satu angkatan yang memperoleh penghasilan di atas saya. Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannya melebihi saya.

Saya menjadi gemar berganta-ganti pekerjaan, hanya untuk mengimbangi rekan-rekan saya. Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yang penting gajinya lebih besar. Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak akan pernah ada habisnya. Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang saya dapatkan. Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya.

Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, “Lulu, Lulu.” Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, “Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu.” Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus-menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, “Lulu, Lulu.” “Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?” tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, “Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu.”

Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi. Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, “Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga.”

Jumat, 23 Agustus 2013

DIINGAT ORANG

Bacaan: Ibrani 11:32-40
NATS: Mereka semua . . . telah diberi kesaksian yang baik tentang mereka karena iman (Ibrani 11:39)

Setelah Amerika Selatan kalah dalam Perang Saudara di Amerika, John Wilkes Booth ingin dikenang sebagai orang yang membalas dendam kepada Amerika Utara. Beberapa orang terpelajar berpikir karena ia seorang aktor, maka rencana Booth untuk membunuh Presiden Lincoln, di dalam benaknya, merupakan "pertunjukan" terbaiknya.

Ironisnya, John Wilkes Booth disebut sebagai penjahat di dalam sejarah. Ia diingat sebagai orang yang telah membunuh Lincoln yang tidak bersenjata dengan tembakan di belakang kepala. Sebaliknya, Abraham Lincoln diingat sebagai seorang presiden yang memelihara Persatuan, membebaskan budak, dan "tidak mungkin dengki kepada seorang pun tetapi menyatakan kemurahan hati kepada semua orang" (Pidato Pengukuhan yang Kedua).

Semua orang berdosa yang sudah ditebus di Ibrani 11, diingat oleh satu kebaikan yang sama: "Mereka semua . . . telah diberi kesaksian yang baik tentang mereka karena iman" (ayat 39). Lama setelah kematian mereka, catatan mengenai kehidupan iman dan ketaatan mereka tetap mengilhami kita hari ini.

Sedikit di antara kita yang akan tercatat dalam buku sejarah setelah kita meninggalkan dunia ini. Namun, kita semua akan meninggalkan kenangan bagi keluarga dan teman-teman kita. Orang-orang terdekat kitalah yang memerhatikan tanggapan kita kepada Allah melalui saat-saat pencobaan dan berkat.

Apakah Anda hidup dalam iman dan ketaatan kepada-Nya? Warisan apa yang akan Anda tinggalkan dari kehidupan Anda? -HDF

KENANGAN AKAN KEHIDUPAN DI DALAM ALLAH

BERBICARA LEBIH BAIK DARIPADA KATA-KATA

Kamis, 22 Agustus 2013

Perbuatan baik menurut Alkitab :

1. Yang selamat itu yang percaya Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat pribadi.

2. Yang percaya Yesus adalah yang mengasihi Yesus.

3. Yang mengasihi Yesus itu adalah yang menuruti perinta perintah-Nya.

4. Yang menuruti perintah-Nya adalah yang melakukan firman Tuhan.

---------------

Jadi tidak ada orang yang PERCAYA yang tidak berusaha melakukan perintah TUHAN. Karena PERBUATAN adalah bukti dari IMAN yang hidup. Karena IMAN tanpa PERBUATAN hakikatnya MATI.

Ada orang yang berbuat baik tapi bukan berawal dari PERCAYA YESUS. Namun yang percaya Yesus pasti berbuat baik. Ada orang yang ngaku ngaku percaya Yesus namun tidak berbuat baik, itu sama saja dengan TIDAK PERCAYA.

Selamat atau tidak selamat itu kita tidak bisa mengukur secara pasti. Makanya alurnya seperti yang kami catat diatas.

Yang PERCAYA / BERIMAN akan selamat, tetapi ALKITAB mengajarkan bahwa yang dimaksud dengan PERCAYA / BERIMAN adalah MELAKUKAN FIRMAN TUHAN.

Amin, saudara ???

Marah

Suatu hari seorang bijak bertanya kepada seorang pemuda, “Nak, kamu tahu, mengapa ketika seorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara keras atau berteriak?”

Pemuda itu menjawab, “Karena saat seperti itu ia pasti telah kehilangan kesabaran.”

“Tapi kenapa ia harus berteriak?” jawab si org bijak, “Padahal lawan bicaranya berada di sampingnya. Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?”

Pemuda itu terus memberikan jawaban dengan sejumlah alasan yang menurutnya masuk akal dan benar. Namun ternyata tak satu pun dari jawaban itu yang memberikan jawaban yang sebenarnya.

Si orang bijak lalu berkata, “Ketika dua orang sedang berada dalam situasi penuh amarah, jarak antara kedua hati mereka menjadi amat jauh walaupun secara fisik mereka sebenarnya begitu dekat. Karena itu, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi.”

Lanjut si orang bijak, “Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh hati? Mereka tak hanya tidak berteriak, bahkan suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil saja. Namun keduanya bisa mendengar dengan begitu jelas. Mengapa hal itu bisa terjadi?” tanya si orang bijak.

“Karena hati mereka begitu dekat, karena hati mereka tak berjarak, sehingga pada akhirnya tak sepatah kata pun yang perlu diucapkan dan mereka sudah saling tahu apa yang dikehendaki.”

Nasehat si orang bijak kepada si pemuda, “Nak, ketika kamu sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata-kata yang mendatangkan jarak antara kamu. Mungkin di saat seperti itu tak mengucapkan kata-kata adalah cara yang paling bijak, karena waktu yang akan membantu kamu dan menyelesaikannya.”

Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu. Jangan marah, itu hanya membawamu lebih dekat kepada tindakan kejahatan.

Selasa, 20 Agustus 2013

SEBUAH HATI BAGI TUNAWISMA

Bacaan: Yakobus 2:14-20
NATS: Kami harus tetap mengingat orang-orang miskin (Galatia 2:10)

Jemaat Gereja Presbiterian Pertama di Snohomish, Washington, memiliki banyak sisa makanan dari perayaan ulang tahun mereka yang ke-125. Mereka memutuskan untuk memberikan makanan tersebut kepada para wanita dan anak-anak di penampungan tunawisma terdekat. Ketika hujan yang sangat dingin turun dengan derasnya, para sukarelawan mengeluarkan bungkusan-bungkusan itu, yang salah satunya berisi kue yang besar. Seseorang berkata, "Saya harap hari ini ada yang berulang tahun." Seorang wanita tunawisma menjawab, "Di dalam sini setiap hari merupakan hari besar."

Yesus mengetahui apa yang dialami oleh para tunawisma. Dia berkata, "Rubah mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya" (Matius 8:20). Meskipun demikian, tak seorang pun mempunyai belas kasih yang lebih besar terhadap orang-orang miskin dibandingkan Yesus.

Yakobus menekankan perlunya orang-orang beriman untuk saling menolong dalam hal materi. Ia menulis, "Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata, 'Selamat jalan, kenakanlah pakaian hangat dan makanlah sampai kenyang!', tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?" (Yakobus 2:15,16).

Kita harus menolong orang yang miskin rohani untuk menemukan rumah surgawi dengan berbagi Injil bersama mereka, tetapi kita jangan melalaikan orang-orang yang miskin harta benda. Sebuah hati bagi Allah juga akan menjadi hati bagi para tunawisma -VCG

BELAS KASIHAN ADALAH KASIH

YANG DITUNJUKKAN DALAM PERBUATAN

Senin, 19 Agustus 2013

"CRICKET" DAN KEKRISTENAN

Bacaan: Roma 3:21-28
NATS: Pembenaran oleh Allah telah dinyatakan ... melalui iman dalam Yesus Kristus (Roma 3:21,22)

Ketika mengunjungi Jamaika dalam sebuah perjalanan misi dengan murid-murid SMA, saya melihat bahwa penduduk di sana suka bermain cricket.

Karena itu, saya meminta seorang remaja Jamaika menjelaskan tentang cricket kepada saya. Kami duduk di tanah, dan dengan sebuah batu ia menggambar di pasir untuk membantu saya memahami permainan itu. Kemudian, saat kelompok kami menikmati masakan daging ayam yang lezat, beberapa dari kami melihat pertandingan cricket di televisi, sementara seorang pelatih menerangkan apa yang sedang terjadi. Meskipun sudah 11 hari bersama orang-orang Jamaika itu, saya belum dapat memahami permainan favorit mereka.

Saya yakin beberapa orang Jamaika juga merasakan hal yang sama terhadap sepak bola Amerika, dan jutaan orang di seluruh dunia menganggap permainan bisbol sebagai misteri. Salah satu alasan mengapa kita tidak menyukai olah raga bangsa lain adalah karena kita tidak memahaminya.

Mungkinkah ini juga Anda alami saat memandang kekristenan? Mungkinkah Anda tidak menyukainya karena tampak terlalu rumit? Barangkali Anda melihat kekristenan seperti peraturan-peraturan dan buku tebal besar yang tidak Anda mengerti.

Sebenarnya, kekristenan itu sederhana saja: Kita dapat dibenarkan dalam kemuliaan Allah melalui iman di dalam kematian dan kebangkitan Yesus. Dosa-dosa kita akan diampuni selama-lamanya (lihat Roma 3:24,28; 10:9,10). Coba Anda teliti. Anda akan tahu mengapa orang-orang beriman mengasihi Yesus, hingga Anda juga akan belajar mengasihi-Nya -JDB

IMAN ADALAH TANGAN YANG SUNGGUH-SUNGGUH MENERIMA

ANUGERAH KESELAMATAN ALLAH

Sabtu, 17 Agustus 2013

Kesejahteraan Bangsa

Mazmur 147:14
Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik.

Telah 68 tahun Indonesia mengenyam kemerdekaan, namun belum semua daerah di negeri ini merasakan kesejahteraan yang merupakan mimpi dan harapan para pendiri Indonesia. Sebaliknya, Indonesia hingga saat ini masih terbelit dengan berbagai masalah, mulai dari kemiskinan, intoleransi, terorisme, korupsi dan tingkat kejahatan yang tinggi.

Apakah kesejahteraan mimpi yang terlalu muluk bagi kita? Tidak, namun untuk mewujudkannya ada bagian yang harus kita lakukan. Kita tidak harus melakukan hal-hal besar dan sulit, langkah-langkah sederhana berikut ini akan sangat berdampak bagi Indonesia:

Pertama, berdoa bagi pemimpin-pemimpin negeri ini dan melepaskan berkat bagi Indonesia. Dengan kondisi saat ini, lebih banyak orang berkeluh kesah tentang buruknya pemimpin-pemimpin negeri ini, namun akan lebih baik jika kita berdoa bagi mereka. Bagian kita sebagai rakyat negeri ini adalah berdoa agar hati para pemimpin Indonesia terarah kepada Tuhan dan hukum-hukum-Nya, sehingga takut akan Tuhan dan hikmat-Nya adalah dalam hidup mereka.

Kedua, jadilah teladan dan bertanggung jawab dalam pekerjaan yang Tuhan percayakan dalam hidup kita. Dengan pekerjaan tangan kita, orang-orang yang ada di sekitar bisa merasakan berkat Tuhan.

Ketiga, jangan segan-segan untuk menolong mereka yang dalam kesulitan. Kita mungkin tidak bisa menyejahterakan seluruh rakyat negeri ini, namun kita bisa menolong paling tidak satu orang dalam hidup ini. Menolong dalam hal ini bukan hanya memberikan mereka uang atau materi saja, namun bisa saja berupa pelatihan, pekerjaan atau menuntun mereka untuk memulai usaha.

Apakah Anda mau menjadi alat Tuhan untuk membawa kesejahteraan bagi Indonesia? Jawaban Anda akan menentukan seperti apakah masa depan bangsa ini.

Kamis, 15 Agustus 2013

PELAJARAN DARI IBU

Bacaan: Roma 1:8-16
NATS: Aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu (Roma 1:15)

Penyakit pikun lambat laun merenggut Ibu Cetas dari tengah-tengah kami. Tidak ada sesuatu pun yang dapat dilakukan oleh saya dan suami untuk menahannya agar ia tidak terlepas dari kami.

Pada masa-masa yang sulit itu, Ibu mengajarkan banyak pelajaran kepada kami. Ia memang lupa cara untuk melakukan banyak hal, tetapi ada satu hal yang tidak dilupakannya, yaitu bagaimana ia berdoa. Kadang-kadang seseorang datang dan menceritakan sebuah masalah yang dihadapinya. Kemudian Ibu akan segera diam sejenak untuk berdoa bagi orang tersebut.

Ibu juga terus berbicara kepada orang lain tentang Yesus. Orang-orang yang merawatnya di rumah jompo berkata bahwa ia sering bertanya kepada para penghuni dan pekerja lainnya apakah mereka telah mengenal Yesus sebagai Juru Selamat mereka. Ia ingin agar mereka yakin bahwa dosa-dosa mereka sudah diampuni dan bahwa mereka akan masuk surga.

Apabila saya mengenang sifat-sifat yang ada di dalam diri Ibu, saya teringat akan Roma 1. Rasul Paulus selalu mengingat jemaat di gereja Roma dalam doanya (ayat 9). Dan ia "ingin untuk memberitakan Injil" sebab ia berkata, "Aku tidak malu terhadap Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya" (ayat 15,16).

Selama Ibu Cetas mampu melakukannya, ia tetap mencari Yesus di dalam doa dan bercerita tentang Dia kepada orang lain. Kita semua dapat belajar dari teladan keberanian dan imannya kepada Tuhan -AMC

BERBICARA KEPADA KRISTUS TENTANG ORANG LAIN AKAN MENGGAIRAHKAN KITA UNTUK BERBICARA KEPADA ORANG LAIN TENTANG KRISTUS

Rabu, 14 Agustus 2013

Terjun Bebas

Selama 45 tahun, hidup Ken Karpman nyaris sempurna. Ia lulus dari salah satu universitas terbaik di Amerika dan menikah dengan gadis impiannya. Kariernya sebagai pialang saham terus menanjak dan memberinya penghasilan hingga Rp 8,8 miliar per tahun. Lalu tibalah saat itu. Tahun 2008 resesi menghantam perekonomian Amerika. Hidup Karpman pun “terjun bebas” dalam sekejap. Ia kehilangan pekerjaan, tabungan, dan hartanya.

Guna menghidupi keluarga, Karpman mengambil langkah drastis. Ia melamar pekerjaan sebagai pengantar piza dengan penghasilan yang amat pas-pasan, bahkan untuk orang kebanyakan. Kehidupannya pun berubah 180 derajat, tetapi ia tidak menyesalinya. “Ini hanya sebuah proses. Saya mensyukuri tiap sen yang saya dapat. Ada pelajaran berharga dari setiap potong pizza yang saya antar, yaitu kerendahan hati.”

Yeremia juga pernah merasakan perubahan drastis ketika bangsa Israel ditaklukkan Babel. Yerusalem hancur. Semua berubah dalam sekejap. Dari bangsa merdeka, menjadi bangsa terjajah. Patah arangkah Yeremia? Tidak. Ia sungguh percaya Tuhan tidak pernah meninggalkan bangsanya. Karena itu ia tetap bisa melihat karya Tuhan. “Tak berkesudahan kasih Tuhan, tak habis-habisnya rahmatNya,” begitu ia berkata.

Hidup di dunia ini memang serba tidak pasti. Apa yang ada kini, bisa tiba-tiba hilang tak berbekas. Hari ini kita berhasil, besok gagal. Usaha yang semula maju mendadak bangkrut. Kita semula sehat, tiba-tiba sakit. Namun, tak usah khawatir. Sejauh kita berjalan bersama Tuhan, semua itu takkan “melumpuhkan” kita. Bersama Tuhan, kita akan siap menghadapi perubahan apa pun yang terjadi.

KETIKA MENGALAMI PERUBAHAN DRASTIS DALAM HIDUP KASIH SETIA TUHAN TAK PERNAH BERUBAH

Renungan Tentang Kuasa Doa

Berdoalah dengan semangat dan sungguh-sungguh, dan nantikanlah hasil-hasil yang luar biasa dari Allah. Karena sumber daya orang Kristen yang paling berkuasa adalah komunikasi dengan Allah, melalui doa.

Dengan berkomunikasi dengan Allah, seringkali justru kita mendapatkan hasil yang seringkali tidak terduga dan lebih besar dari perkiraan kita semula.

Banyak orang menganggap bahwa doa hanya sebagai sarana terakhir untuk dicobakan bila usaha-usaha yang lainnya gagal. Pendekatan seperti inilah yang justru terbalik dari yang seharusnya. Doa seharusnya didahulukan dari apapun juga. Karena kuasa Allah jauh melebihi dari segala sesuatu dan tak terbatas dibanding segala kemampuan kita sehingga sangatlah masuk akal bila kita selayaknya bergantung sepenuhnya hanya pada kuasa Allah, terutama hal ini jugalah yang dikehendaki Allah agar kita menaruh ketaatan sepenuhnya kepadaNya.

Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. *Yak. 5:16*

Senin, 12 Agustus 2013

TIADA PENYESALAN

Bacaan: 1Petrus 4:12-19
NATS: Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya (Matius 16:27)

Seorang gadis kecil yang harus menjalani operasi, merasa ketakutan. Untuk membujuk dia, maka orangtuanya kemudian berjanji akan memberinya apa yang telah diingininya sejak lama, yaitu seekor anak kucing. Operasi itu berjalan dengan baik, namun saat pengaruh obat bius mulai sirna, sang anak terdengar bergumam kepada dirinya sendiri, Benar-benar cara yang tidak enak untuk mendapatkan seekor kucing!

Orang-orang kristiani yang mengalami kesukaran sewaktu melayani Tuhan tidak akan merasakan hal seperti itu saat mereka menoleh ke belakang. Memang benar bahwa setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya (2Timotius 3:12). Yesus berkata kepada para murid-Nya, Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikut Aku (Matius 16:24). Dia juga meyakinkan mereka bahwa saat Dia kembali ke bumi, Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya (ayat 27).

Paulus berkata bahwa penderitaan kita bagi Kristus tidak layak jika dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita (Roma 8:18). Dan Petrus mengatakan, Bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya (1Petrus 4:13).

Orang-orang percaya yang bertahan di dalam kesukaran bagi Kristus akan menganggapnya sebagai hak istimewa untuk ambil bagian bersama Juruselamat mereka. Menderita bagi Dia mendatangkan upah yang pasti, tanpa penyesalan RWD

MELAYANI TUHAN MERUPAKAN INVESTASI
DENGAN DIVIDEN KEKAL

Minggu, 11 Agustus 2013

MENGAPA SAYA MENDESAH?

Bacaan: Pengkhotbah 2:1-11
NATS: Aku mulai putus asa terhadap segala usaha yang kulakukan dengan jerih payah di bawah matahari (Pengkhotbah 2:20)

Menurut Guinness Book of World Records (Buku Rekor Dunia Guinness), ada seorang gadis kecil berusia 15 tahun yang menguap terus selama lima minggu di tahun 1888. Tidak dijelaskan secara rinci apa sebabnya.

Hal tersebut membuat saya bertanya-tanya mengapa kita menguap. Mengapa seseorang tiba-tiba membuka mulutnya lebar-lebar, menarik napas dalam-dalam, dan mendesah? Jawabannya adalah bahwa napas yang pendek, udara hangat yang terjebak, atau kegelisahan dapat mengurangi jumlah oksigen di dalam tubuh. Maka Pencipta-Perancang kita memperlengkapi kita dengan refleks tarikan napas dalam yang segera mengirimkan oksigen untuk menolong. Selain penjelasan teknis ini, gerakan menguap atau mendesah biasanya menandakan kegelisahan, kelelahan, atau kebosanan.

Selain itu ada pula desahan jiwa. Dengan membaca Pengkhotbah, seolah-olah kita dapat mendengar Salomo mendesah ketika ia mencoba berbagai hal untuk menemukan arti. Berulang kali rohnya bereaksi terhadap berbagai situasi, dengan seruan, Segala sesuatu adalah sia-sia. Segala sesuatu yang disentuhnya menghasilkan kehampaan (1:2; 2:11). Akhirnya ia menyadari bahwa tak ada sesuatu pun yang dapat memberi kepuasan selain takut akan Allah dan berpegang pada perintah-perintah-Nya (12:13).

Ya Tuhan, tolonglah diri kami untuk menyadari bahwa desahan kekecewaan kami terhadap kesenangan dan hal-hal dunia ini dimaksudkan untuk membawa kami kepada-Mu. Hanya Engkau sendirilah yang memberikan nilai kekal atas segala hal yang kami kejar MRD

BEGITU KITA MENIKMATI KEBAIKAN ALLAH
MAKA TIDAK AKAN ADA HAL LAIN YANG DAPAT MEMBERI KEPUASAN

Sabtu, 10 Agustus 2013

C E M B U R U

Definisi :
-----------
Sebuah perasaan dalam hati tentang keraguan dan ketidaksenangan akan sesuatu tanpa alasan yang jelas.
Kecemburuan tidak hanya dalam
hal cinta namun juga dalam kehidupan sehari-hari.

Jenis-Jenis Cemburu :
--------------------------
1. Cemburu cinta : perasaan cemburu yang timbul karena orang yang kita cintai telah membagi cintanya.

Cemburu cinta dibagi 2 :
*Cemburu beralasan : perasaan
cemburu yang memang didukung oleh fakta-fakta yang ada.

*Cemburu buta : perasaan cemburu yang membabi buta, meskipun tanpa didukung oleh fakta.

2. Cemburu sosial : perasaan cemburu yang timbul terhadap orang yang status sosialnya berbeda dengan kita.

3. Cemburu status : perasaan cemburu yang timbul terhadap seseorang karena perasaan iri hati. bisa melanda orang-orang dekat
bahkan orang-orang pelayanan.

Ciri-Ciri Orang Cemburu :
--------------------------------
1. Tiba-tiba marah tanpa alasan
yang jelas.

2. Cenderung menyerang.

3. Selalu berbicara dari sudut negatifnya.

4. Cenderung memperhatikan
berlebihan.

5. Cenderung emosinya meledak-ledak.

Bahaya dari Cemburu :
----------------------------
1. Cinta menjadi tawar.

2. Cenderung melakukan tindakan-tindakan destruktif.

3. Merasa diri yang paling benar.

4. Cenderung membalas dan menjatuhkan.

5. Tidak peka akan Tuhan.

Menghadapi Orang yang sedang
Cemburu :
-----------------------------------------------------
1. Dengarkanlah !
2. Terimalah pandangan-pandangannya.
3. Tenangkan.
4.Beri penjelasan tanpa menyerang.
5. Ajak berpikir logis.

Pandangan Firman Tuhan tentang Cemburu :
------------------------------------------------------
1. Allah kita adalah Allah yang cemburu.
Kel.20:5 ==> "Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, Tuhan Allahmu, adalah Allah yang cemburu yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dan orang-orang yang membenci Aku."

Kel.34:14 ==> "Sebab janganlah
engkau sujud menyembah kepada Allah lain karena Tuhan yang namaNya Cemburuan adalah Allah yang cemburu."

2. Tidak bisa orang percaya atau
cemburu sembarangan.
Bil.5:14 ==> "Dan apabila kemudian roh cemburu menguasai suami itu sehingga ia menjadi cemburu terhadap istrinya dan perempuan itu memang telah mencemarkan dirinya, atau apabila roh cemburu menguasai suami itu sehingga ia menjadi cemburu terhadap istrinya, walaupun perempuan itu tidak mencemarkan dirinya."

3. Cemburu dapat menghancurkan.
Ams.27:4 ==> "Panas hati kejam dan murka melanda tetapi siapa dapat tahan terhadap cemburu?"

4. Cemburu terhadap orang yang
diberkati Tuhan, mendatangkan hukuman Tuhan.
Maz.106:15-18 ==>
"DiberikanNya kepada mereka
apa yang mereka minta, dan didatangkanNya penyakit paru-paru diantara mereka. Mereka cemburu kepada Musa di perkemahan, dan kepada Harun, orang kudus Tuhan. Bumi terbuka dan menelan Datan, menutupi kumpulan Abiram. api menyala dikalangan mereka nyala api menghanguskan orang-orang fasik itu."

5. Dalam kasih tidak ada cemburu.
1Kor. 13:4 ==> "Kasih itu sabar;
kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong."

Mengalahkan Cemburu :
------------------------------
1. Belajarlah berfikir positif.
2. Janganlah menghakimi.
3. Usirlah iri hati.
4. Belajarlah mencari dan menggali fakta yang jelas.
5. Hiduplah dalam kasih.

Dunia menipu dengan berkata
"CEMBURU ADALAH BUMBU CINTA", namun yang benar adalah "CEMBURU ADALAH RACUN CINTA". Buanglah rasa cemburu, hiduplah dalam kasih.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

Kamis, 08 Agustus 2013

BADAI SEBELUM REDA

Bacaan: Matius 6:9-15
NATS: Jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga (Matius 6:14)

Gereja kecil ini sedang bergumul, dan semua orang tahu apa yang menjadi penyebab pergumulan itu. Dua penatua terhormat di gereja berselisih. Jemaat telah terpecah menjadi dua, sehingga menutup segala kemungkinan untuk maju. Mereka terang-terangan mengabaikan perintah Yesus untuk memaafkan orang lain (Matius 6:14).

Seorang pendeta baru, datang ke gereja tersebut dan menghabiskan beberapa minggu untuk mengajarkan pengampunan dan kepercayaan. Untuk beberapa saat, orang-orang tetap berkukuh untuk terpecah dua dan terus berjalan dengan langkah berat dalam kubangan ketidakyakinan mereka.

Setelah lama berdoa, pendeta itu merasa dipimpin Tuhan untuk melakukan suatu tindakan. Oleh karena itu, pada sebuah kebaktian pagi, ia memanggil kedua orang tersebut untuk berdiri dan meminta mereka untuk saling memaafkan. Ia tahu bahwa jika gereja itu mau merasakan damai kembali, maka harus terjadi sebuah badai konfrontasi. Kedua orang itu saling berhadapan, berhenti sesaat, kemudian berpelukan. Air mata mengalir dari wajah mereka ketika mereka saling meminta maaf. Empat puluh lima menit kemudian, tangisan dan pelukan pengampunan di seluruh jemaat itu baru berhenti. Gereja itu dihidupkan kembali untuk saling melayani sebagai jemaat yang saling mengasihi demi kemuliaan Allah.

Pengampunan adalah hal yang penuh kuasa dan memberikan ketenangan yang menyejukkan. Melalui pengampunan, kita dapat menikmati kerukunan bersama anak-anak Allah. Tanpa pengampunan, badai itu akan terus berlanjut -JDB

PENGAMPUNAN ADALAH KEKRISTENAN

YANG DIWUJUDKAN DALAM PERBUATAN

Minggu, 04 Agustus 2013

HUMOR YANG SEHAT

Bacaan: Efesus 5:1-10
NATS: Rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut saja pun jangan di antara kamu, . . . Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono (Efesus 5:3,4)

Sebagai seorang presiden, Abraham Lincoln menghadapi tekanan yang luar biasa semasa Perang Saudara Amerika Serikat. Tanpa humor, diragukan ia dapat memikul tekanan itu. Pada berbagai pertemuan kabinet, apabila suasana menjadi tegang, ia kerap menceritakan sebuah cerita lucu untuk menghilangkan ketegangan. Dengan menertawakan dirinya sendiri, ia tidak menjadi seorang yang defensif. Dan sebuah cerita baik yang sangat efektif kadang kala dapat melunakkan hati musuh.

Humor yang spontan mencerminkan cara Allah menciptakan manusia. Humor berguna bagi manusia secara fisik maupun emosional. Tawa dapat mencegah suasana yang tegang agar tidak berakhir dengan kata-kata pahit atau sakit hati.

Walaupun Yesus adalah seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan (Yesaya 53:3), saya yakin Dia sering tertawa. Kadang kala Yesus menggunakan humor untuk menjelaskan sesuatu. Bayangkan seekor unta mencoba untuk masuk melalui lubang jarum! (Matius 19:24).

Namun, humor juga memiliki sisi yang buruk. Paulus menyebutnya sembrono dan hal itu jangan sampai mendapat tempat di dalam hidup seorang percaya (Efesus 5:4). Hal itu mempermalukan, merendahkan, dan mencemari mereka yang melontarkannya dan mereka yang mendengarnya.

Jadi, apakah yang kita tertawakan? Cerita macam apakah yang kita ceritakan kepada satu sama lain? Apakah Yesus akan tertawa bersama kita? Saya yakin Dia akan tertawa, jika humor itu sehat DJD

DENGAN TERTAWA BERARTI ANDA
BENAR-BENAR MENJADI MANUSIA

BERPACU MELAWAN KUDA

Bacaan: Yeremia 12
NATS: Jika engkau telah berlari dengan orang berjalan kaki, dan engkau telah dilelahkan, bagaimanakah engkau hendak berpacu melawan kuda? (Yeremia 12:5)

Di kejuaraan Olimpiade, para pelari tercepat di dunia berlomba untuk memperebutkan medali emas dan rangkaian daun salam. Jauh sebelum perlombaan terakhir berlangsung, diadakanlah pertandingan di seluruh negara di dunia untuk menyeleksi atlet-atlet yang tidak cukup cepat untuk berlomba. Di Olimpiade, hanya atlet tercepat yang boleh mengikuti perlombaan terakhir.

Nabi Yeremia juga terlibat dalam pertandingan yang ketat-namun ia bertanding dengan para penyembah berhala dan imam yang jahat. Ia menjawab panggilan Tuhan untuk menghukum Yehuda dan meramalkan kejatuhannya. Ia menjadi begitu putus asa dan bertanya kepada Tuhan, "Mengapakah mujur hidup orang-orang fasik, [mengapa mereka] sentosa?" (12:1).

Pada saat itulah Allah berkata kepada Nabi Yeremia, yang intinya demikian, "Pertandingan baru saja dimulai. Sejauh ini, kamu baru saja berurusan dengan perkara-perkara yang kecil (berlari melawan pejalan kaki). Apabila kelak masalah-masalah yang sangat sulit datang (bersaing melawan kuda), bagaimana kamu akan menanganinya?"

Mungkin Anda baru saja menghadapi beberapa kesulitan: masalah dengan atasan, penyakit, atau konflik di gereja Anda. Mohonlah kepada Tuhan untuk dibebaskan dari masalah itu. Namun sebagai jawaban, Dia dapat saja berkata, "Jadilah kuat. Bertahanlah. Masalahmu mungkin akan semakin berat." Apabila Dia meminta Anda untuk "berpacu melawan kuda", Dia tentu akan mendampingi Anda untuk menguatkan dan menopang Anda. Itulah yang dilakukan Allah -DCE

[AKU] ... BERLARI-LARI KEPADA TUJUAN UNTUK MEMPEROLEH HADIAH,

YAITU PANGGILAN SURGAWI DARI ALLAH DALAM KRISTUS YESUS -Filipi 3:14

APAKAH EVOLUSI ITU FAKTA?

Bacaan: Kejadian 2:1-7; Ibrani 11:1-3
NATS: Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah (Ibrani 11:3)

Teori evolusi bukannya tidak menyim-pan permasalahannya sendiri. Seorang ilmuwan mengatakan hal berikut tentang kehidupan yang dimulai dengan sendirinya: Asam amino harus tersusun di dalam urutan yang tepat agar dapat membentuk protein ... sama seperti huruf-huruf di dalam sebuah kalimat. Hukum kimia dan fisika saja tidak dapat melakukan hal itu. Peluang terbentuknya protein secara kebetulan adalah 1064 [10 dengan 64 nol di belakangnya] berbanding 1!

Banyak orang yang berasumsi bahwa teori evolusi itu benar. Namun, apakah teori itu dapat dibuktikan secara ilmiah? Sesuatu dianggap benar secara ilmiah hanya jika dapat dibuktikan berulang kali di bawah kondisi laboratorium. Pernyataan bahwa kehidupan itu muncul dengan sendirinya dari sebuah proses panjang yang tidak mengacu pada pribadi tertentu tidak dapat lolos dari uji kebenaran ini. Karena itulah evolusi tetap menjadi sebuah teori semata.

Jadi, jika Anda pernah tergoda untuk meragukan kisah penciptaan menurut kitab Kejadian, pertimbangkanlah alternatifnya. Peluang bagi sebuah protein sederhana untuk menciptakan dirinya sendiri saja terlalu kecil. Betapa jauh lebih masuk akal bagi kita untuk memercayai Allah dan firman-Nya: Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat (Ibrani 11:3).

Bukankah lebih masuk akal bila kita memercayai bahwa Allah saja yang merancang dan menciptakan alam semesta? (Kejadian 1:1) HDF

SEGALA CIPTAAN MENUNJUK KEPADA SANG PENCIPTA
YANG MAHAKUASA

APA YANG ANDA PERCAYAI?

Bacaan: Yesaya 50:4-10
NATS: Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu (Yesaya 50:4)

Francis Collins meraih gelar Ph.D. untuk bidang kimia fisik di Yale University, kemudian melanjutkan ke sekolah kedokteran. Pada saat menjalani pelatihan di rumah sakit North Carolina, seorang perempuan yang mendekati ajal sering mengajaknya mengobrol tentang imannya di dalam Kristus. Collins menolak keberadaan Allah, tetapi ia tidak bisa mengabaikan ketenangan perempuan itu. Suatu hari perempuan itu bertanya, "Apa yang Anda percayai?" Seperti orang yang tertangkap basah, wajah Collins memerah dan dengan tergagap menjawab, "Entahlah." Beberapa hari kemudian perempuan itu meninggal dunia.

Dengan heran dan gelisah, dokter muda itu menyadari bahwa ia telah menolak Allah tanpa melakukan pengujian yang cukup terhadap bukti-bukti yang ada. Oleh sebab itu, ia mulai membaca Alkitab dan tulisan-tulisan C.S. Lewis. Setahun kemudian, ia berlutut dan menyerahkan hidupnya kepada Yesus Kristus. Apa yang mendorongnya mengambil keputusan itu? Pertanyaan tulus dari perempuan tua yang berfisik lemah, tetapi memiliki perhatian yang sangat besar terhadap orang lain.

Dalam gambaran profetik tentang Mesias, Yesaya 50:4 mengatakan, "Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu."

Semoga kita siap mengucapkan kata-kata yang tepat atau mengajukan pertanyaan yang penuh perhatian terhadap orang lain, supaya mereka menghampiri Juru Selamat yang menawarkan kehidupan dan kedamaian kepada semua orang --DCM

ORANG YANG ANDA JUMPAI SELANJUTNYA
MUNGKIN PERLU BERJUMPA DENGAN KRISTUS

"SAYA JUGA MELAKUKANNYA"

Bacaan: Matius 18:23-33
NATS: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa (1Timotius 1:15)

Teman kami Barbara Leavitt sangat menyukai bunga. Rumahnya seperti taman yang sangat indah dan harum semerbak, demikian pula hidupnya. Ia hadir seperti buket bunga yang menyenangkan.

Tahun 2005, Barbara pergi selamanya untuk bertemu Tuhan. Namun, peristiwa yang terjadi beberapa hari menjelang kematiannya tak akan pernah saya lupakan. Istri saya dan saya sedang duduk di samping tempat tidurnya bersama beberapa kawan lain dan bercerita tentang masa kanak-kanak kami. Lalu saya bercerita bahwa saya pernah mencuri beberapa tangkai bunga. Ada sebuah taman di antara sekolah dasar tempat saya bersekolah dan rumah kami. Suatu hari, ketika saya berjalan melalui taman itu, saya melihat sederet bunga iris yang sedang berkembang dan memetik beberapa tangkai untuk ibu saya. Beberapa anak lelaki yang lebih tua melihat perbuatan saya dan mengancam akan memanggil polisi. Saya ketakutan selama berminggu-minggu karena berpikir bahwa mereka akan datang dan membawa saya pergi.

Barbara menyentuh tangan saya dan berbisik, "Saya juga pernah melakukannya." Saya pikir, begitu semestinya tanggapan saya jika melihat atau mendengar dosa orang lain, "Saya juga melakukannya." Mungkin saya tak melakukan dosa yang sama, tetapi semua dosa kita tercela dan membutuhkan ampunan Allah.

Menurut John Newton, kesadaran atas keburukan diri sendiri disebut "akar dari kelembutan hati yang kekal". Saya tidak ingin menjadi seperti hamba yang tidak tahu berterima kasih dalam Matius 18. Saya ingin berbudi baik dan menunjukkan belas kasihan, sebab "Saya juga melakukannya" -DHR

KITA DAPAT MENUNJUKKAN BELAS KASIHAN KEPADA ORANG LAIN

SEBAB ALLAH SUDAH BERBELAS KASIH KEPADA KITA

Perlukah Kita Ke Gereja?

Seseorang menulis surat kepada Editor sebuah surat kabar dan mengeluhkan kepada para pembaca bahwa dia merasa sia-sia pergi ke gereja setiap minggu.

Tulisnya, “Saya sudah pergi ke gereja selama 30 tahun dan selama itu saya telah mendengar 3000 khotbah. Tapi selama hidup, saya tidak bisa mengingat satu khotbah pun. Jadi saya rasa saya telah memboroskan begitu banyak waktu — demikian pun para hamba Tuhan itu telah memboroskan waktu mereka dengan khotbah-khotbah itu.”

Surat itu menimbulkan perdebatan yang hebat dalam kolom pembaca. Perdebatan itu berlangsung berminggu-minggu sampai akhirnya ada seseorang yang menulis demikian: “Saya sudah menikah selama 30 tahun. Selama ini istri saya telah memasak 32.000 jenis masakan. Selama hidup saya tidak bisa mengingat satu pun jenis masakan yang dilakukan istri saya. Tapi saya tahu bahwa masakan-masakan itu telah memberi saya kekuatan yang saya perlukan untuk bekerja. Seandainya istri saya tidak memberikan makanan itu kepada saya, maka saya sudah lama meninggal.”

Sejak itu tak ada lagi komentar tentang khotbah. Dan perlu untuk kita renungkan juga: perlukah kita ke gereja?

Jumat, 02 Agustus 2013

KAMI TIDAK BUTUH ENGKAU

Bacaan: Yeremia 2:5-13
NATS: Apakah kecurangan yang didapati nenek moyangmu pada-Ku, sehingga mereka menjauh dari pada-Ku, mengikuti dewa kesia-siaan, sampai mereka menjadi sia-sia? (Yeremia 2:5)

Alkisah sekelompok ilmuwan memutuskan bahwa manusia dapat hidup tanpa Allah. Maka salah seorang dari mereka memandang ke atas, kepada Allah, dan berkata, Kami telah memutuskan bahwa kami tidak lagi membutuhkan Engkau. Kami memiliki cukup hikmat untuk mengkloning manusia dan melakukan banyak hal ajaib.

Allah mendengarkan dengan sabar dan kemudian berkata, Baiklah, mari kita mengadakan kontes penciptaan manusia. Kita akan melakukannya persis seperti Aku dulu menciptakan Adam. Para ilmuwan setuju. Kemudian salah satu dari mereka membungkukkan badan dan mengambil sekepal tanah. Allah memandang dia dan berkata, Oh, tidak! Engkau harus membuat tanahmu sendiri!

Pada zaman Yeremia, bangsa Israel hidup seakan-akan tidak lagi membutuhkan Tuhan. Mereka memercayakan diri mereka kepada ilah-ilah lain, sekalipun ilah mereka itu tidak dapat menanggapi kebutuhan-kebutuhan mereka. Yeremia menentang pemberontakan mereka, karena telah meninggalkan Allah yang sejati dan menunjukkan sikap yang tidak hormat terhadap Dia (Yeremia 2:13,19).

Apakah kita berbuat salah karena telah menjalani hidup seakan-akan tidak membutuhkan Allah? Kita mungkin mengenal Dia sebagai Juruselamat, namun memberhalakan hikmat atau kebebasan kita. Mungkinkah Tuhan berkata tentang kita, Mereka menjauh dari pada-Ku? (2:5).

Hidup jauh dari Allah mempermalukan dan tidak menyenangkan Dia, dan tidak akan pernah memenuhi kebutuhan kita yang terdalam. Namun, kita dapat berbalik kepada-Nya hari ini (3:7) AMC

SIKAP MEMBERHALAKAN DIRI SENDIRI
MERUPAKAN PENGGANTI ALLAH YANG MENYEDIHKAN

PEMBERI MAKAN TUPAI

Bacaan: Mazmur 65
NATS: Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak (Mazmur 65:12)

Beberapa tahun lalu, saya memasang sebuah tempat untuk memberi makan tupai di pohon cemara beberapa meter dari rumah. Wadah itu cukup sederhana -- dua papan dan sebuah paku untuk menancapkan tongkol jagung. Setiap pagi, seekor tupai datang dan menikmati makanannya. Tupai itu sangat cantik -- bulunya hitam dan perutnya yang gendut berwarna abu-abu.

Saya duduk di teras belakang rumah setiap pagi dan melihatnya makan. Tupai itu memipil setiap biji dari tongkolnya, memegang dan memutar dengan cakarnya, lalu makan dengan rakus. Di ujung hari, tak ada lagi biji yang tersisa. Yang ada hanyalah sisa makanan yang tertumpuk di bawah pohon.

Meski saya memerhatikannya, tupai itu takut kepada saya. Ketika saya mendekat, ia akan lari, bersembunyi di pohon, dan mencicit memperingatkan kalau saya terlalu dekat. Ia tak tahu bahwa sayalah yang menyediakan makanannya.

Sebagian orang bersikap seperti itu terhadap Allah. Mereka lari ketakutan dari-Nya. Mereka tak tahu bahwa Dialah yang mengasihi mereka dan menyediakan segalanya dengan berlimpah untuk kesenangan mereka (Mazmur 65:12).

Henry Scougal, seorang menteri Skotlandia abad ke-17, menulis, "Tak ada yang jauh lebih kuat untuk menggetarkan hati kita selain kesadaran bahwa kita (dikasihi oleh) Pribadi yang penuh kasih.... Seharusnya ini membuat kita takjub dan bersukacita; seharusnya ini mengalahkan (ketakutan) dan meluluhkan hati kita." Kasih Allah adalah kasih sempurna yang "melenyapkan ketakutan" (1 Yohanes 4:18) --DHR

BAPA SURGAWI ANDA YANG PENUH KASIH
TIDAK PERNAH BERPALING DARI ANDA

MAAFKAN SAYA

Bacaan: Lukas 15:11-24
NATS: Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak Bapa (Lukas 15:21)

Permintaan maaf yang sungguh-sungguh dapat menjadi langkah pertama menuju pengampunan. Colleen O Connor menulis dalam The Denver Post: Permintaan maaf yang berhasil dapat melarutkan amarah, rasa malu, menunjukkan rasa hormat, membangun rasa percaya, dan membantu mencegah kesalahpahaman yang lebih lanjut. Permintaan maaf yang tulus membuat orang jauh lebih mudah mengampuni.

Pengarang Barbara Engel mengatakan bahwa permintaan maaf sejati tergantung pada tiga hal: penyesalan, tanggung jawab, dan perubahan.

Dalam perumpamaan Yesus tentang anak yang hilang diceritakan bahwa sang pemuda keras kepala yang pulang ke rumah setelah memboroskan harta warisannya, menghampiri bapanya dengan kerendahan hati dan perasaan bersalah, Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak Bapa (Lukas 15:21). Ia menunjukkan penyesalan atas luka yang ia timbulkan, bertanggung jawab atas tindakannya, dan siap bekerja sebagai pekerja upahan (ayat 19).

Sebagai pengikut Yesus, kita diperintahkan mengampuni orang lain ketika mereka bertobat dan menyesal (Lukas 17:3,4). Selain itu di dalam roh kerendahan hati dan kasih yang sama, kita harus menolong mereka yang perlu memaafkan kita dengan mengajukan permintaan maaf yang tulus.

Permintaan maaf yang tulus tidak memaksa orang lain untuk mengampuni, namun merupakan hal yang benar untuk dilakukan. Kita harus mengambil langkah pertama menuju kebebasan untuk mengampuni DCM

PERMINTAAN MAAF DARI LUBUK HATI
TIDAK DAPAT MENGUBAH MASA LALU
NAMUN DAPAT MENCERAHKAN MASA DEPAN

KEMURAHAN HATI RADIKAL

Bacaan: 1Timotius 6:17-19
NATS: Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam perbuatan baik, suka memberi dan membagi (1Timotius 6:18)

Cindy Kienow, seorang pegawai sebuah restoran terkenal di Hutchinson, Kansas, sedang menunggu salah satu pelanggan tetapnya selama tiga tahun. Ia selalu memberi tip besar kepada Cindy, bahkan kadang sampai setengah dari uang yang ia belanjakan di situ. Suatu hari, ia melakukan hal yang tidak lumrah, yaitu memberi Cindy tip sebanyak 90 juta rupiah ketika ia membeli makanan seharga Rp234.000,00. Ia berkata pada Cindy, "Ketahuilah, ini bukan lelucon." Sungguh radikal kemurahan hati yang ditunjukkan orang ini!

Paulus menasihati Timotius supaya ia mendorong orang-orang kaya dalam jemaatnya untuk menunjukkan kemurahan hati yang radikal (1 Timotius 6:18). Timotius melayani di sebuah kota yang makmur, yaitu Efesus, yang sebagian jemaatnya adalah orang kaya. Beberapa di antara orang-orang kaya itu tak memahami tanggung jawab mereka terhadap kerajaan Allah. Jadi, Paulus menantang Timotius supaya ia memperingatkan mereka bahwa kekayaan yang banyak menuntut tanggung jawab yang besar pula. Termasuk untuk menjadi rendah hati, untuk mengandalkan Allah dan tidak mengandalkan kekayaan, dan menggunakan uang untuk melakukan kebaikan. Cara mereka mengurus keuangan akan mencerminkan sikap hati mereka.

Walaupun kita tidak kaya, Allah juga memanggil kita untuk menunjukkan kemurahan hati yang radikal. Kita bisa membagikan sesuatu yang kita miliki dan banyak melakukan kebaikan. Jika kita bisa bermurah hati dalam masalah keuangan, kita akan lebih bisa bermurah hati dalam bidang lain yang berkaitan dengan umat Tuhan dan pekerjaan-Nya --MLW

KETIKA KITA MENYERAHKAN DIRI KEPADA TUHAN
MAKA KITA AKAN LEBIH MUDAH MEMBERIKAN HAL LAIN

TIGA SAHABAT

Bacaan: Daniel 1:11-21
NATS: Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi saudara dalam kesukaran (Amsal 17:17)

Tokoh Perjanjian Lama Ayub dan Daniel mempunyai banyak kemiripan. Keduanya mengalami berbagai percobaan dan tantangan berat. Akan tetapi, keduanya juga memperoleh sukses besar berkat kehadiran Allah di dalam hidup mereka. Keduanya dipandang sebagai raksasa-raksasa iman, yang seorang karena kesabarannya dalam menanggung penderitaan, dan yang lain karena kesuciannya di tengah budaya yang najis.

Ayub dan Daniel mempunyai persamaan yang lain, yaitu masing-masing mempunyai tiga orang sahabat yang berarti. Akan tetapi, persamaan mereka berakhir di sini. Teman-teman Ayub menjadi duri dalam daging. Mereka justru menyalahkannya ketika ia membutuhkan belas kasih dan pendampingan. Pada saat Ayub bergumul dengan kehilangan dan kesedihan, Elifas, Bildad, dan Zofar tampaknya cenderung menambah kesakitannya daripada memberi pertolongan dalam kesengsaraannya.

Ketiga teman Daniel sangat berbeda. Ketika mereka bersama-sama ditangkap, Daniel dan sahabat-sahabatnya; Sadrakh, Mesakh, dan Abednego saling mendukung serta menguatkan dalam masa-masa sulit ini. Mereka berdiri bersama-sama untuk menghormati Allah (Daniel 1) dan berdoa (2:17,18), serta menolak untuk menyembah patung raja (3:16-18). Sahabat-sahabat seperti inilah yang kita butuhkan!

Jadi, sahabat seperti apakah saya? Amsal 17:17 mengatakan demikian, "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu." Siapakah yang membutuhkan Anda untuk menjadi sahabatnya pada hari ini? -WEC

SAHABAT SEJATI BAGAIKAN PENOPANG

UNTUK DINDING YANG MIRING

BERAPA HARGA SEBUAH ALKITAB?

Bacaan: Yohanes 6:60-69
NATS: Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Engkau memiliki perkataan hidup yang kekal (Yohanes 6:68)

Seorang misionaris yang bekerja pada Penginjilan Bawah Tanah menceritakan kisah seorang beriman di Rusia sebelum jatuhnya komunisme di sana. Ketika ia tahu seorang temannya telah memperoleh Alkitab, ia pun memohon untuk meminjam Alkitab itu. Akan tetapi, si pemilik Alkitab membaca buku berharga itu setiap petang sampai pukul 10 malam. Oleh karena itu setiap malam, selama 8 bulan, dari pukul 10 malam sampai pukul 2 pagi, orang beriman yang setia ini dengan rajin menyalin Alkitab temannya. Akhirnya, ketika beberapa teman kristiani mengunjunginya dengan membawa Alkitab, ia menukarkan karya kasih tulisan tangannya itu dengan beberapa buah Alkitab.

Bayangkanlah bila Anda tidak dapat memperoleh Alkitab. Berapa banyak uang yang rela Anda bayarkan untuk mendapatkannya? Mari kita renungkan pertanyaan ini dengan lebih mendalam!

Ketika ajaran Yesus mulai "mengganggu" orang-orang yang mengikuti-Nya, banyak orang memilih untuk meninggalkan-Nya (Yohanes 6:60-66). Maka Dia pun bertanya kepada murid-murid-Nya, "Apakah kamu tidak mau pergi juga?" (ayat 67). Petrus menjawab, "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Engkau memiliki perkataan hidup yang kekal" (ayat 68). Petrus tahu bahwa Yesus adalah Firman yang hidup, yaitu Allah yang menjelma sebagai manusia. Itu sebabnya, ia bersedia meninggalkan segalanya dalam hidup ini untuk mengikuti Dia yang menjadi Jalan, Kebenaran, dan Hidup.

Apakah kita memiliki komitmen seperti Petrus? Apakah kita memiliki pengabdian seperti orang beriman dari Rusia itu? Berapakah yang rela kita bayarkan untuk Alkitab? Untuk Tuhan kita? -VCG

SALAH SATU UKURAN CINTA KITA KEPADA ALLAH BERUPA CINTA KITA

KEPADA FIRMAN YANG TERTULIS DAN KEPADA FIRMAN YANG HIDUP

Kehidupan Yang Berarti

Berapa umur anda saat ini?

20 tahun, 30 tahun, 40 tahun atau bahkan 5 tahun…? Berapa lama anda telah melalui kehidupan anda? Berapa lama lagi sisa waktu anda untuk menjalani kehidupan?

Tidak ada seorang pun yang tahu kapan kita mengakhiri hidup ini.

Sebagai manusia jelas kita memiliki perbedaan dalam menjalankan kehidupan. Kehidupan bukanlah sekedar rutinitas.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencurahkan potensi diri kita untuk orang lain.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka dan duka dengan orang yang kita sayangi.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita bisa mengenal orang lain.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita membantu kepada sesama.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencintai pasangan kita, orang tua kita, saudara, serta mengasihi sesama kita.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan terus belajar tentang arti kehidupan.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu mengucap syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Begitu banyak kehidupan yang bisa kita jalani.
Berapa tahun anda telah melalui kehidupan anda?
Berapa tahun anda telah menjalani kehidupan rutinitas anda?

Pandanglah di sekeliling kita… ada segelintir orang yang membutuhkan kita. Mereka menanti kehadiran kita. Mereka menanti dukungan kita. Orang tua, saudara, pasangan, anak, sahabat, dan sesamanya.

Bersyukurlah padaNya setiap saat bahwa kita masih dipercayakan untuk menjalani kehidupan ini. Buatlah hidup ini menjadi suatu ibadah.

Selamat menjalani hidup yang lebih berkualitas.